Bisnis Budidaya Belut dalam Drum untuk Pemula, Ini Kiatnya!

Satu fakta unik mengenai budidaya belut. Selain menjadi sumber protein, belut juga sangat digemari masyarakat industri dan juga mancanegara. Bahkan, kebutuhan belut di dalam negeri dan luar negeri belum semua terpenuhi. Kesempatan inilah yang bisa dijadikan peluang bisnis budidaya belut.

Bisnis ini sangat cocok bagi siapa saja yang ingin mencoba mulai beternak. Terlebih, budidaya belut ini bisa dimulai di lahan sempit sekalipun. Dengan begitu, tidak perlu memiliki lahan yang luas untuk mulai bisnis tersebut.

Potensi Bisnis Budidaya Belut

Potensi-Bisnis-Budidaya-Belut

Permintaan yang tinggi membuat harga belut melonjak. Tercatat, harga daging belut segar yang dijual di supermarket dihargai Rp70.000-Rp80.000 per kilogramnya. Untuk saat ini, pelaku usaha belut sangat diperlukan untuk memenuhi permintaan ekspor.

Di pasar lokal sendiri, contohnya di Jakarta, permintaan belut belum semua terpenuhi. Di 2019 tercatat permintaan belut yang terpenuhi baru 75%. Di pasar internasional justru lebih berat lagi. Sebagai contoh, pasar Jepang membutuhkan belut sekitar 6 ton per harinya. 

Bahkan jika diakumulasikan, permintaan belut segar di Asia mencapai 60 ton per hari. Untuk belut beku, Asia meminta 6-7 ton per harinya. Negara-negara Uni Eropa justru memilih belut asap, permintaan belut mencapai 3-5 ton per minggu.

Tak heran jika para petani belut sering kali kewalahan dalam melayani tingginya permintaan belut. Melihat potensi ini, sangat diperlukan lebih banyak pelaku usaha bisnis budidaya belut. Menimbang pasarnya bukan hanya lokal, laba yang diterima pastilah berkali-kali lipat.

Usaha Bisnis Budidaya Belut dalam Drum

Untuk pemula, disarankan media yang digunakan untuk membudidayakan belut sebaiknya menggunakan drum terlebih dahulu. Bagaimana cara membudidayakan belut dalam drum? Simak pembahasan di bawah ini:

1. Persiapan Media Ternak

Persiapan-Media-Ternak

Sebelumnya posisi drum harus terbaring atau horizontal, lalu drum dilubangi dengan bentuk persegi panjang, setelah itu barulah bagian dalam drum dibersihkan.

Letakkan drum jauh dari sinar matahari, drum harus diletakkan di tempat yang datar, usahakan juga drum harus ada penyangga atau pengganjal di kanan kiri supaya tidak terguling.

2. Pembuatan Media Ternak Belut dalam Drum

Pembuatan-Media-Ternak-Belut-dalam-Drum

Media mempunyai pengaruh besar untuk kesuksesan ternak belut. Berikut bahan-bahan yang harus dipersiapkan untuk membuat media untuk budidaya belut:

  1. Pertama siapkan jerami. Jika tidak ada, bisa menggunakan gedebog pisang ukuran 5 cm lalu dicincang terlebih dahulu.
  2. Siapkan juga pupuk kompos dan mikroorganisme starter. Untuk mikroorganisme starter biasanya tersedia di toko bahan pertanian terdekat.
  3. Jangan lupa sediakan lumpur sawah dan air bersih untuk membuat media ternak terlihat seperti replika rawa-rawa.

Cara membuat media untuk bisnis budidaya belut adalah:

  1. Buat jerami dan gedebog pisang menjadi hancur lebur. Caranya, difermentasi terlebih dahulu menjadi tiga lapis. 
  2. Lapisan pertama jerami dengan ketebalan 10 cm ditimbun menggunakan cincang gedebog pisang setebal 10 cm, lalu ditimbun lagi menggunakan jerami dengan ketebalan 10 cm.
  3. Tutup menggunakan plastik, lalu diamkan selama satu bulan penuh, maka jerami dan gedebog pisang akan hancur dengan sendirinya.
  4. Setelah itu, pupuk kompos dimasukkan guna menimbun jerami dan gedebog pisang yang hancur. Dimasukkan dengan ketebalan 30 cm, dilanjut memasukkan lumpur sawah dengan ketebalan 10-15 cm, lalu disiram menggunakan mikroorganisme starter.
  5. Rendam ke dalam air bersih setelah semua bahan dimasukkan. Rendam sampai ketinggian air kurang lebih mencapai 5 cm di atas permukaan lumpur.
  6. Tunggu rendaman selama 10-20 hari. Tunggu hingga media budidaya belut benar-benar matang.

Dikatakan sudah matang apabila bau media tidak lagi menyengat, tekstur lumpur berubah menjadi halus, dan sudah ada hewan-hewan kecil di sana. Jika semua ciri tadi mulai terlihat, maka media budidaya belut sudah siap.

3. Pemilihan Bibit Belut Berkualitas

Disarankan untuk pemilihan bibit haruslah seragam, hal ini dilakukan agar belut bisa dipanen dengan cara bersamaan.

Biasanya untuk ukuran kolam 1 meter persegi, bibit belut idealnya berukuran 7-10 cm atau berkisar 70-100 ekor. Usahakan untuk memilih bibit belut yang lincah, gesit, dan tidak cacat fisik.

4. Pemberian Pakan yang Teratur

 Pemberian-Pakan-yang-Teratur

Jenis pakan belut terbilang mudah ditemukan, bisa cacing kecil jenis apa saja, berudu kecil (anak katak), ikan-ikan kecil, hingga serangga-serangga kecil.

Sebenarnya untuk bekicot atau jenis siput lainnya bisa menjadi pakan belut, asal buang terlebih dahulu cangkangnya dan cincang sebelum dijadikan pakan.

Usahakan pakan diberi 1 (satu) kali sehari setiap sore, dikarenakan belut memiliki waktu makan menjelang malam hari. Gunakan perasaan untuk menakar pakan belut.

5. Pemanenan

Pemanenan

Tergantung sesuai pakan. Jika yang digunakan adalah pakan buatan, maka panen belut berkisar tujuh belum sejak awal dipelihara. Jika yang digunakan adalah pakan alami, maka dalam kurun waktu empat sampai lima bulan pun belut sudah bisa dipanen.

Menghitung dan Menganalisis Usaha Bisnis Budidaya Belut

1. Modal Usaha

Analisa modal usaha Budidaya belut kurang lebih sebagai berikut:

  1. Pembibitan belut, harganya berkisar antara Rp30.000 per kg. Jika sekiranya pembudidaya hendak membibitkan 5 kg belut, maka jumlah keseluruhan kurang lebih Rp150.000.
  2. Membeli drum bekas 3 buah, sedangkan satu drum bekas harganya berkisar Rp100.000, maka modal yang dikeluarkan kurang lebih Rp300.000.
  3. Pakan belut, harganya berkisar Rp300.000 untuk seminggu pemakaian. Maka jika dikali biaya untuk satu bulan, maka kurang lebih pakan belut seharga Rp1.200.000.
  4. Biaya pengeluaran untuk membeli jerami atau gedebog pisang (jika domisili di perkotaan sehingga kedua bahan ini sulit ditemukan) ditambah biaya lainnya, diperkirakan habis sekitar Rp350.000.
  5. Biaya transportasi atau perjalanan. Baik itu ongkos pembelian pakan, atau bahan media budidaya. Dihitung sekitar Rp200.000.
  6. Pembelian ember, hitungannya seharga Rp60.000.
  7. Lalu siapkan juga untuk biaya tambahan untuk berjaga-jaga bila mana untuk ke depannya ada keperluan tak terduga. Siapkan sekitar Rp100.000.

Jadi jika diakumulasikan semuanya, biaya keseluruhan modal budidaya belut kurang lebih sekitar Rp2.360.000 atau bisa dibulatkan menjadi Rp2.400.000.

2. Keuntungan

Keuntungan dan pendapatan bersih dari penjualan belut bisa dihitung sebagai berikut:

Jika bibit belut yang ditebar 5 kg, anggaplah ganti menjadi gram sehingga terhitung 5.000 gram. Asumsikan jika ukuran bibir belut 2 gram per ekor, maka keseluruhan belut diperkirakan ada 2.500 ekor.

Setiap 1 kg, belut siap dipanen biasanya ada 8 ekor. Jika ada 2.500 ekor berakhir 313 kg belut dan harga dari 1 ekor belut adalah Rp40.000. Jika dikalikan dengan 313 kg, maka jumlah pendapatan kotornya adalah Rp12.520.000.

Jika pendapatan kotor Rp12.520.000, dikurangi modal awal sebesar Rp2.360.000, maka perkiraan laba bersih yang didapatkan oleh pembudidaya adalah berkisar Rp10.160.000.

Peluang usaha budidaya belut kini sedang dicari-cari, bahkan peminatnya bukan hanya pasar lokal saja, permintaannya sudah sampai pasar internasional. Ini merupakan kesempatan bagi orang dengan jiwa entrepreneur untuk membuka peluang usaha.

Sejatinya jika Anda kesulitan mencari usaha, maka ciptakanlah. Bisnis budidaya belut bisa menjadi solusinya. Selain menambah pemasukan, Anda juga bisa menciptakan lapangan kerja supaya tingkat pengangguran di Indonesia menjadi berkurang. Modal usaha juga bisa didapat darimanapun, seperti melakukan Pinjaman Untuk usaha ke Bank BRI, atau yayasan pemberi pinjaman.

Leave a Comment

x