6 Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro dari Berbagai Aspek

Dalam ilmu ekonomi, dikenal dua teori yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Bagaimana perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro bila dilihat dari berbagai sisi?

Ekonomi sendiri menjadi salah satu ilmu yang perkembangannya sudah dimulai sejak zaman dahulu. Mulai dari hal sederhana, sampai hal-hal kompleks dan rumit sampai saat ini menimbulkan adanya cabang ilmu ekonomi mikro dan makro.

Pengertian Ekonomi Mikro

Pengertian-Ekonomi-Mikro

Ekonomi mikro adalah ilmu ekonomi yang berbicara mengenai perilaku dalam pengambilan keputusan dari seseorang, perusahaan, serta rumah tangga yang berkaitan dengan alokasi modal atau sumber daya yang dimiliki.

Ekonomi mikro berusaha untuk mendapati faktor-faktor yang berkontribusi dalam keputusan seseorang atau perusahaan, bagaimana dampaknya terhadap pasar umum terkait harga, permintaan, dan juga pasokan barang dan jasa.

Bisa dikatakan bahwa ekonomi mikro merupakan pendekatan ‘bottom up’ dengan tujuan memahami pola pekerjaan, upah, pendapatan, dan perilaku konsumen, perilaku harga-upah, tren pengeluaran, kebijakan dalam perusahaan, serta bagaimana dampak peraturan terhadap perusahaan.

Pengertian Ekonomi Makro

Pengertian-Ekonomi-Makro

Pada dasarnya, ekonomi makro adalah ilmu yang membicarakan struktur, perilaku, kinerja, serta tahap pengambilan keputusan ekonomi dalam level nasional. Bila ekonomi mikro merupakan pendekatan ‘bottom up’, maka bentuk pendekatan ekonomi makro adalah ‘top down’.

Ekonomi makro dapat membantu individu dalam memahami bentuk-bentuk perubahan pada GPD (Produk Domestik Bruto) negara, ekspektasi inflasi dan deflasi, pengeluaran, pinjaman dan penerimaan di tingkat pemerintahan (kebijakan fiskal), kebijakan moneter, serta pengangguran.

Dapat disederhanakan, bahwa ekonomi makro dipakai dalam penafsiran untuk mengetahui kondisi ekonomi secara menyeluruh. Dengan ini, kebijakan bisa dirumuskan di level yang lebih tinggi atau di ranah pemerintah, bukan pada tingkat individu atau perusahaan.

Perbedaan antara Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Bagaimana penjelasan mengenai perbedaan kedua ilmu ini?

1. Pengertian

Pengertian

Salah satu perbedaan ekonomi mikro dan makro adalah sudut pandangnya; kendati eksplorasi pada elemen kedua ilmu ekonomi ini masih sama. Perbedaan dalam pengertian dapat dijabarkan sebagai berikut.

  1. Ekonomi mikro memiliki fokus perspektif pada individu, yakni pada tingkat konsumen. Sementara ekonomi makro mencoba untuk mendapatkan perspektif umum pada tingkat nasional.
  2. Hukum penawaran dan permintaan berlaku pada ekonomi mikro dan makro; Ekonomi mikro berdasarkan tren yang terjadi di antara penjual dan pembeli, sementara ekonomi makro membicarakan berbagai siklus di ranah ekonomi. Misalnya, utang jangka pendek, jangka panjang, inflasi, dan sebagainya.

2. Pembahasan

Pembahasan

Berdasarkan pemaparan sebelumnya, fokus ekonomi mikro adalah unit ekonomi individu, sementara ekonomi makro adalah unit ekonomi secara keseluruhan. Contoh kasusnya adalah pada kondisi pengurangan subsidi bahan bakar minyak

Meningkatnya harga BBM memberikan dampak langsung dan paling nyata dari kasus ini. Namun, dampak ini tidak berhenti sampai situ. Kenaikan harga bahan bakar menjadi penentuan harga pada komoditas lain, dan memberi pengaruh pada rumah tangga dan perusahaan.

Dengan ini, perusahaan yang terkena dampak bisa jadi akan mengurangi jumlah karyawan agar biaya produksi tidak melonjak. Rumah tangga ikut meminimalisir kuantitas pemakaian barang dan/atau jasa karena kondisi harga yang naik. Hal ini menjadi fokus masalah ekonomi mikro.

Ekonomi makro sendiri akan mempelajari bagaimana kenaikan harga mempengaruhi perilaku perusahaan secara menyeluruh, yakni dari tindakan mengurangi jumlah karyawan serta rumah tangga yang menjaga konsumsinya. Hal ini akan berakhir pada pembentukan permintaan dan penawaran.

3. Dasar Asumsi

Dasar-Asumsi

Berikutnya dalam perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro adalah dasar asumsi yang dipakai. Pada teori ekonomi mikro, asumsinya adalah struktur pasar adalah bentuk persaingan sempurna. Para pelaku ekonomi rasional. Tujuannya untuk memaksimalkan laba.

Penganut teori ini mempercayai bahwa masalah dalam ekonomi hanya membahas penawaran. Sedangkan teori ekonomi makro, sebagai kritik atas teori mikro, berasumsi bahwa struktur pasar cenderung monopolistik. Informasinya tidak sempurna dan bersifat asimetris.

Uang tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga alat untuk menyimpan nilai yang memperbesar potensi dalam memperoleh laba.

4. Harga Komoditas

Komoditas dapat berupa produk atau jasa, diperjualbelikan untuk melaksanakan transaksi dalam jangka waktu panjang. Pada ekonomi mikro, komoditas meliputi keperluan sehari-hari (pangan dan sandang). Sementara komoditas dalam ekonomi makro mempunyai indeks besar yang mencakup suatu negara.

5. Tujuan dan Analisis

Tujuan-dan-Analisis

Tujuan ekonomi mikro adalah mengalokasikan sumber daya agar memperoleh laba yang diharapkan. Sedangkan ekonomi makro lebih mementingkan pengaruh yang diberikan kegiatan ekonomi pada skala nasional dan internasional.

6. Fungsi dan Manfaat

Fungsi-dan-Manfaat

Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro selanjutnya terletak pada fungsi dan manfaat; Ekonomi mikro bermanfaat dalam menentukan suatu produk. Sementara ekonomi makro lebih fokus pada keseimbangan ketika menyelesaikan permasalahan ekonomi.

Ruang Lingkup Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Ruang-Lingkup-Ekonomi-Mikro-dan-Ekonomi-Makro

Ekonomi mikro dan makro juga berbeda dari sisi ruang lingkupnya.

1. Ekonomi Mikro

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, fokus ekonomi mikro adalah hal-hal rinci dan lebih spesifik, tidak seperti ekonomi makro yang fokus kepada hal-hal umum dan menyeluruh. Untuk ruang lingkup ekonomi mikro sendiri adalah seperti berikut ini.

a. Teori Harga

Teori ini menjadi tahap awal dalam proses permintaan dan penerimaan sebuah barang dan/atau jasa. Misalnya, sebelum penentuan harga, seharusnya lakukan riset pasar dahulu mengenai harga yang akan dipilih sebelum barang atau jasa itu ditawarkan.

b. Teori Produksi

Pada ekonomi makro tidak akan ditemukan teori produksi. Teori ini bertujuan dalam memperoleh informasi seputar pengeluaran, pendapatan, dan persentase laba dengan jelas.

c. Teori Distribusi

Teori ini membicarakan perihal pengeluaran yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk sejumlah kebutuhan, seperti penggajian dan pengupahan bagi karyawan yang telah menunaikan tugas-tugas mereka (harian atau bulanan).

2. Ekonomi Makro

Pembahasan dalam ekonomi makro adalah seputar inflasi dan deflasi. Kebijakan-kebijakan di dalam ruang lingkup ilmu ini yang menunjukkan perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro adalah sebagai berikut.

a. Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal mengatur perihal pengeluaran dan pendapatan negara, misalnya pajak. Di samping itu, pendapat negara juga bisa didapat dari hal-hal non-pajak, seperti lelang, denda, gratifikasi, serta pemberian-pemberian lain dari negara.

Sementara untuk pengeluaran, misalnya terjadi saat kegiatan impor dalam rangka pemenuhan kebutuhan pokok di dalam negeri. Kebutuhan ini umumnya komoditas yang sulit diproduksi, sehingga suatu negara harus mengimpor barang dari luar negeri.

b. Kebijakan Moneter

Kebijakan ini berfungsi sebagai alat ukur dalam melihat total dana yang telah atau akan dikeluarkan bank sentral Indonesia terhadap masyarakat tanah air. Perputaran uang yang banyak akan mempengaruhi tingkat inflasi. Harga produk pun menjadi tinggi.

Begitu pula sebaliknya, jika perputaran uang kecil, maka harga penawaran produk akan relatif lebih kecil atau murah. Kondisi ini disebut sebagai deflasi. Kebijakan moneter memang berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga kehidupan masyarakatnya.

c. Kebijakan Segi Penawaran

Kebijakan ini pada dasarnya berfungsi sebagai alat penyeimbang neraca keuangan, baik dalam lingkup perusahaan atau tingkat nasional (negara). Hal ini yang membuat suatu perusahaan memerlukan seorang ahli dalam ilmu ekonomi.

Ilmu ini berguna untuk urusan pengelolaan keuangan, khususnya dalam ranah produksi. Tahap ini dapat ditekan secara optimal, namun tetap bisa diseimbangkan dengan kualitas produknya. Alhasil, produk pun tetap terjaga kualitasnya.

Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro dapat dilihat dari berbagai sisi, salah satunya adalah fokus permasalahan. Ekonomi mikro berfokus pada hal-hal spesifik dan khusus pada tingkat individu atau perusahaan, sementara fokus ekonomi makro adalah hal general di tingkat nasional.

Leave a Comment

x