3 Cara Hitung Bunga Pinjaman (Flat, Efektif, Anuiti)

Kebutuhan mendesak menjadi salah satu alasan utama bagi seseorang akhirnya meminjam uang di bank. Namun sebelum melakukannya, Anda seharusnya mencari tahu cara hitung bunga pinjaman yang Anda ambil. Dengan begitu, di masa depan Anda bisa mengelola utang tersebut dengan baik dan benar. 

Selain soal cara menghitung, Anda juga harus memahami cara menghitung suku bunga bank. Dua alasan tersebut bisa Anda cermati sekaligus membuat Anda menganalisis seberapa besar kemampuan Anda dalam mencicil bayar utang. Berikut akan dijelaskan secara singkat soal cara hitung bunga pinjaman.  

Cara Cepat Menghitung Bunga Pinjaman

Banyak masyarakat yang tidak paham bagaimana cara untuk menghitung bunga pinjaman karena merasa hal tersebut bukanlah urusan nasabah. Padahal, menghitung bunga pinjaman sangat penting karena berpengaruh pada total pinjaman yang Anda ajukan. 

Ada beberapa jenis bunga di bank seperti bunga flat, bunga anuitas dan bunga efektif. Berikut adalah penjelasan dan cara hitung bunga pinjaman berbentuk flat, efektif dan anuiti. 

1. Bunga Flat

Bunga Flat

Bunga tetap atau flat adalah bunga yang setiap bulannya jumlah pembayaran pokok dan bunga pinjaman sama. Biasanya, bunga ini digunakan untuk pinjaman jangka pendek, seperti kredit mobil dan atau pinjaman tanpa jaminan. 

Suku bunga tetap ini menggunakan metode perhitungan yang setiap bulannya akan jelas dimana pelunasan dan suku bunga tidak akan berubah. Semuanya akan dihitung secara proporsional dan disesuaikan dengan jangka waktu tertentu yang disepakati antara debitur dan kreditur.

a. Kelebihan bunga flat

  1. Penghitungannya mudah dan sederhana
  2. Jumlah bunga yang dibayarkan setiap bulan sama
  3. Suku bunga dihitung sesuai dengan jangka waktu pembayaran 

b. Kekurangan bunga flat 

  1. Suku bunga tetap merugikan peminjam 
  2. Peminjam bingung penghitungan pembayaran bunga karena mengikuti bunga di pasaran

c. Cara hitung bunga pinjaman flat 

Metode perhitungan suku bunga flat adalah yang paling sederhana dan mudah dibandingkan dengan dua suku bunga lainnya.

Contohnya adalah ketika A mengajukan pinjaman tanpa agunan sebesar Rp150 juta dengan bunga per tahun sebesar 10% dan tenor pinjaman selama 15 bulan. Angsuran setiap bulannya adalah: 

Cicilan pokoknya: 

Rp150.000.000,- ÷ 15 bulan = Rp10.000.000 per bulan. 

Bunga: 

(Rp150.000.000,- x 10%) ÷ 15 bulan = Rp1.250.000 

Maka dari itu, A membayar angsuran tiap bulannya adalah: 

Cicilan pokok + Bunga 

Rp10.000.000 + Rp1.250.000 = Rp11.250.000 

2. Bunga Efektif

Bunga Efektif

Lain halnya suku bunga tetap atau efektif umumnya digunakan untuk jangka pendek. Biasanya suku bunga efektif digunakan untuk pinjaman jangka panjang. 

Pastinya harus dipahami bahwa bunga atas suku bunga efektif akan lebih rendah dibandingkan dengan suku bunga tetap karena jangka pinjaman dan pembayarannya cukup panjang. 

Biasanya, pinjaman bunga tetap sering ditemukan dalam pinjaman ekuitas rumah (KPR) atau pinjaman investasi lainnya. Untuk penghitungannya bunga efektif ini memiliki karakteristik khusus yakni jumlah angsuran yang terus berkurang dari waktu ke waktu. 

Hal ini karena cicilan dihitung berdasarkan total saldo pinjaman. Atau, bunga dihitung pada setiap akhir  periode pembayaran angsuran berdasarkan saldo pokok. Oleh karena itu, dapat dianalogikan bahwa angsuran kedua bisa jadi lebih murah daripada yang pertama dan seterusnya.

a. Kelebihan bunga efektif

  1. Setiap bulan bunga yang akan diangsur akan berkurang
  2. Bunga yang dihitung dianggap sangat fair karena berdasarkan sisa pinjaman yang diajukan 

b. Kekurangan bunga efektif

  1. Sulit dihitung 
  2. Metode penghitungan otomatis
  3. Setiap bulan bunga yang dibayarkan berbeda dan menyulitkan peminjam 

c. Cara hitung bunga pinjaman efektif 

Contohnya adalah A mengajukan kredit apartemen dengan jumlah Rp360 juta dalam jangka waktu 24 bulan dengan bunga 10%. Angsuran yang harus dibayarkan adalah: 

Cicilan pokok: 

Rp360.000.000 ÷ 24 bulan = Rp15.000.000 

Bunga di bulan pertamanya:

((Rp360.000.000 – ((1-1) x Rp15.000.000)) x 10% ÷ 24 = Rp1.500.000

Didapat bahwa cicilannya adalah = 

Rp15.000.000 + Rp1.500.000 = Rp16.500.000

Kemudian di bulan ke-24, A akan membayar cicilan sebesar: 

((Rp360.000.000 – ((24-1) x Rp15.000.000)) x 10% ÷ 24 = Rp62.500 

Jadi, cicilan di bulan ke-24 dengan bunga adalah = 

Rp15.000.000 + Rp62.500 = Rp15.062.500. 

3. Bunga Anuiti

Bunga-Anuiti

Bunga anuitas merupakan modifikasi dari bunga tetap atau efektif. Prinsip dari bunga anuitas juga hampir sama dengan bunga efektif, yakni menurut perhitungan bunga wajar, bunga dihitung dari sisa pokok pinjaman yang belum dibayar. 

Perbedaan antara bunga anuitas dan bunga efektif adalah terletak pada jumlah angsuran per bulannya. Pada suku bunga anuitas, angsuran dilakukan sedemikian rupa sehingga jumlahnya tetap sama setiap bulan. 

Bunga anuitas biasanya digunakan untuk menghitung pinjaman jangka panjang seperti KPR atau pinjaman perusahaan. Berikut adalah cara menghitung bunga pinjaman secara anuiti. 

a. Kelebihan bunga anuiti

  1. Angsuran yang dibayarkan setiap bulan tetap dan tidak mempengaruhi arus kas 
  2. Bunga dihitung jelas di awal
  3. Tidak merepotkan peminjam 

b. Kekurangan bunga anuiti 

  1. Penghitungannya yang rumit
  2. Menghitung bunga harus menggunakan aplikasi. 

c. Cara hitung bunga pinjaman anuiti 

Contohnya adalah ketika A mengajukan kredit KPR besarnya Rp240 juta dengan jangka waktu pembayaran selama 12 bulan. A dikenai bunga anuitas pinjaman 10%. Berapakah angsuran yang harus A bayarkan?

Data cicilan:

  • Pokok pinjaman Rp. 240.000.000
  • Bunga per tahun 10%
  • Tenor pinjaman 12 bulan

Cicilan pokok:

Catatan:

  • P: Total pinjaman
  • I: suku bunga per tahun 
  • T: jangka waktu

Jumlah Pinjaman   : Rp 240.000.000,00

Lama Pinjaman      : 12 bulan (1 tahun)

Bunga per Tahun   : 10 % / tahun (0.83 % / bulan)

Dari hasil perhitungan tersebut, maka A harus membayar cicilan sebesar Rp 21.099.812,94 setiap bulannya.

Tips dan Trik Mengolah Bunga Pinjaman dari Bank

Tips-dan-Trik-Mengolah-Bunga-Pinjaman-dari-Bank

Setelah mengetahui cara hitung bunga pinjaman, Anda juga harus memahami bagaimana tips dan trik mengolah bunga pinjaman dari bank agar Anda tidak merasa repot di masa depan ketika melakukan pembayaran. 

Berikut adalah tips dan trik mengolah bunga pinjaman dari bank untuk Anda

1. Kenali jenis bunga yang ditawarkan 

Anda harus mengenali jenis bunga pinjaman yang ditawarkan oleh bank. Anda memiliki hak untuk meminta bank untuk menjelaskan soal hal tersebut agar tidak terjebak dalam utang yang menumpuk 

2. Pilih suku bunga yang kompetitif

Jika Anda menggunakan suku bunga yang kompetitif, niscaya jumlah cicilan yang Anda bayarkan tidak terlalu memberatkan setiap bulannya. 

3. Bayarlah pinjaman lebih cepat atau sebagian 

Kalau Anda memiliki uang lebih, bayarkan pinjaman Anda di bank sebagian agar cicilan akan lebih cepat lunas karena berkurangnya nilai utang pokok. Anda juga bisa bertanya kepada bank yang bersangkutan apakah ada peluang bagi Anda melunasi pinjaman lebih cepat. 

4. Cari informasi soal suku pasar bunga di Bank Indonesia

Carilah informasi yang lebih luas mengenai tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Pasalnya, jika bunga di pasar menurun, maka bunga cicilan Anda juga ikut menurun. 

5. Alihkan kredit jika perlu 

Jika Anda terjerat bunga pinjaman yang terus-terusan meningkat, Anda disarankan untuk mengalihkan kredit ke bank lain yang memiliki suku bunga lebih ringan. 

Itulah sedikit penjelasan soal cara hitung bunga pinjaman yang mudah, cepat dan jelas serta bagaimana Anda mengolah bunga pinjaman agar tidak terlalu berat. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi Anda yang akan mengajukan pinjaman ke bank.

Leave a Comment

x