Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi: Arti, Tujuan, dan Manfaat

Prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi merupakan bagian penting dari sistem ekonomi suatu negara. Ini karena semua kegiatan ekonomi dari produksi, distribusi, dan konsumsi akan lebih maksimal jika menerapkan prinsip ekonomi.

Berdasarkan prinsip ini, maka akan ditemui cara memanfaatkan sumber daya yang ada atau terbatas untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Jika di dalam produksi, maka ini berarti bagaimana mengubah bahan baku bernilai rendah menjadi produk dengan nilai ekonomi tinggi.

Pengertian Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi

Pengertian-Prinsip-Ekonomi-dalam-Kegiatan-Produksi

Pada prinsip ekonomi di kegiatan produksi, seseorang akan tahu bahwa sangat penting untuk memproduksi produk dengan usaha kecil, tapi mendapatkan keuntungan besar. Di sini juga diketahui bahwa semua hal di dunia ini tidak gratis. Artinya semua harus dilakukan dengan cara bayar.

Oleh sebab itu, ada dua unsur penting di dalam prinsip ekonomi. Pertama, mendapatkan hasil tertentu dengan mengeluarkan biaya sekecil mungkin. Fokusnya di sini adalah efisiensi. Bagaimana dengan modal yang sedikit, kemudian bisa menghasilkan produk berkualitas dengan nilai jual yang tinggi.

Kedua, dengan biaya tertentu mampu memberikan hasil yang maksimal. Fokusnya di sini adalah produktivitas. Dengan bahan baku yang ada, tenaga yang terbatas dan waktu yang diberikan mampu menciptakan produk dengan kualitas tinggi dan berjumlah besar. Ini salah satu contohnya.

Dari penjelasan di atas, maka prinsip ekonomi dalam produksi bisa diartikan sebagai upaya untuk mendapatkan hasil tertentu dengan mengeluarkan pengorbanan secukupnya. Oleh sebab itu, dalam kegiatan memproduksi barang atau jasa, harus dipikirkan bagaimana cara meningkatkan nilai jualnya.

Ciri-Ciri Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi hadir karena adanya keinginan bagi setiap individu untuk mengeluarkan usaha, modal atau pengorbanan sekecil mungkin dengan hasil yang semaksimal mungkin. Sehingga dalam kegiatan produksi, tidak ada istilah namanya merugi karena memproduksi barang atau jasa.

Ada beberapa ciri prinsip ekonomi yang perlu diketahui, yakni:

  1. Bersikap rasional sebelum menentukan pengeluaran (membayar atau memproduksi).
  2. Menerapkan prinsip hidup hemat sehingga tidak ada pengeluaran berlebih.
  3. Berpikir sederhana, hemat, dan ekonomis agar terhindar dari tindakan over budget (melebihi dana yang ada).
  4. Melakukan skala prioritas dengan mengurutkan kebutuhan dari primer, sekunder, dan tersier.
  5. Membandingkan antara biaya produksi atau pengeluaran dengan keuntungan yang nantinya akan didapatkan.

Manfaat Prinsip Ekonomi

Manfaat-Prinsip-Ekonomi

Selain mengetahui beberapa ciri dari prinsip ekonomi kegiatan produksi, perlu juga mengetahui manfaatnya. Dalam konteks produksi sendiri, prinsip ekonomi memiliki beberapa manfaat, misalnya seperti:

  1. Dapat meminimalisir adanya potensi kerugian.
  2. Dapat memanfaatkan sumber daya secara efektif baik bahan baku maupun SDM untuk mendapatkan keuntungan maksimal.
  3. Dapat mencapai target produksi atau pasar yang diinginkan.
  4. Dapat menciptakan persaingan pasar yang sehat di antara produsen atau kompetitor.
  5. Dapat meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Tujuan Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi

Tujuan-Prinsip-Ekonomi-dalam-Kegiatan-Produksi

Jika sudah mengetahui arti dan ciri prinsip ekonomi di dalam kegiatan produksi, maka perlu tahu juga apa tujuan dari prinsip ekonomi. Secara singkat, prinsip ekonomi memiliki tujuan untuk memastikan pengeluaran yang dilakukan sangat kecil dengan harapan tetap mendapatkan keuntungan yang besar.

Dalam konteks produksi, maka ini bisa dikatakan sebagai langkah memaksimalkan budget, modal, atau anggaran produksi sehingga tidak ada anggaran yang sia-sia. Tentu saja, bukan hanya menekan budget, tetapi juga bagaimana caranya agar mendapatkan keuntungan yang besar dari budget terbatas tadi.

Bahkan dalam skala yang lebih luas, prinsip ekonomi bisa berarti kegiatan untuk meningkatkan kualitas produk baik itu barang dan jasa termasuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Harapannya dengan produk tersebut masyarakat memiliki kehidupan yang lebih baik.

Dalam kegiatan ekonomi, maka tujuan dari adanya prinsip ekonomi adalah untuk menciptakan kegiatan transaksi yang efektif, efisien dan saling menguntungkan antara produsen dan konsumen. Jadi kegiatan produksi dan konsumsi termasuk distribusi bisa berlangsung lebih lama.

Semakin lama kegiatan ekonomi ini dilakukan, maka semuanya akan mendapatkan manfaat atau keuntungan yang semakin besar. Produsen akan untung karena produk laku. Masyarakat sebagai konsumen juga untung karena mendapatkan produk yang diinginkan sesuai budget yang ada.

3 Tindakan Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi

Manfaat prinsip ekonomi dalam produksi juga dapat mendorong produsen untuk melakukan beberapa tindakan penting bagi kegiatan usahanya. Paling tidak, ada 3 tindakan yang dapat dilakukan, seperti:

1. Melakukan Tindakan Rasional

Melakukan-Tindakan-Rasional

Setiap langkah produksi yang akan dilakukan, jika didasari dengan prinsip ekonomi maka akan melahirkan pemikiran rasional. Dengan begitu, produsen dapat memberikan manfaat secara maksimal pada konsumen. Produsen juga akan lebih mementingkan manfaat jangka panjang, bukan jangka pendek.

Maka dari itu, dalam melakukan kegiatan ekonomi atau produksi, produsen sering kali tidak hanya fokus pada keuntungan materi atau finansial. Mereka bisa saja memikirkan hal lain seperti faktor risiko, keselamatan, keamanan, bahkan keuntungan jangka panjang.

2. Melakukan Tindakan Ekonomis

Melakukan-Tindakan-Ekonomis

Dalam setiap aktivitas produksi, tindakan ekonomis sangat penting dan sudah seharusnya menjadi perhatian. Dalam konteks prinsip ekonomi aktivitas produksi, maka produsen akan menimbang antara modal dan penghasilan dari penjualan. Pertimbangan ini dilakukan untuk mencari margin atau selisih.

Sebagai contoh, dengan modal produksi Rp1.000.000 maka produsen semestinya melakukan tindakan ekonomis untuk mendapatkan margin Rp1500.000 atau lebih dari itu. Margin ini bisa dari omzet (pendapatan kotor) maupun net profit (keuntungan bersih).

3. Melakukan Upaya Skala Prioritas

Melakukan-Upaya-Skala-Prioritas

Tindakan berikutnya yang dilakukan produsen adalah menyusun skala prioritas. Prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi di sini menuntut produsen untuk memahami lebih jauh mana yang paling utama dan sebagai prioritas.

Hal ini didasari mengingat ada banyak kebutuhan manusia, sedangkan sumber daya baik itu bahan baku maupun tenaga bisa terbatas. Oleh sebab itu, penyusunan skala prioritas sangat penting. Apalagi untuk skala industri, tentu harus lebih jeli lagi melihat prioritas.

Penerapan Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi

Penerapan-Prinsip-Ekonomi-dalam-Kegiatan-Produksi

Secara nyata, produsen adalah penyedia barang dan jasa bagi konsumen. Oleh sebab itu, prinsip ekonomi bagi produsen adalah bagaimana memanfaatkan sumber daya dengan seminimal mungkin untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin.

Ini adalah beberapa contoh penerapan prinsip ekonomi bagi produsen:

  1. Menyediakan produk sesuai kebutuhan konsumen.
  2. Menyediakan produk dengan jumlah sesuai besaran permintaan sehingga terhindar dari loss sales atau bahkan barang rusak.
  3. Memanfaatkan tenaga kerja berkualitas sehingga produksi berjalan sesuai standar yang berlaku.
  4. Mendirikan area produksi di tempat yang mudah terjangkau konsumen sehingga biaya pengantaran bisa diminimalisir.
  5. Menekan biaya produksi, serendah mungkin.
  6. Menentukan produk baik barang atau jasa sesuai permintaan konsumen.
  7. Membeli bahan baku secara efisien.
  8. Menentukan harga jual yang menguntungkan.

Maka dari itu, produsen selalu berusaha untuk mencari cara yang paling efektif dan efisien untuk memproduksi barang atau jasa dengan hasil maksimal. Inilah prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi yang paling penting. Efisiensi dilakukan untuk menghemat modal dan peningkatan keuntungan.

Leave a Comment