Cara Mengubah Pecahan Biasa Menjadi Pecahan Desimal dan Sebaliknya

Cara mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal dan cara mengubah pecahan desimal menjadi pecahan biasa sebenarnya tidak sulit. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan soal-soal terkait pecahan desimal.

Untuk mengubah pecahan biasa ke pecahan desimal dapat dilakukan dengan metode pembagian bersusun panjang, metode perkalian atau cara paling mudah dan cepat adalah menggunakan kalkulator. Namun, akan lebih baik jika mengetahui prinsip dan metode perhitungan secara manual.

Apa itu Pecahan Biasa dan Pecahan Desimal?

Apa-itu-Pecahan-Biasa-dan-Pecahan-Desimal

Sebelum masuk ke rumus dan contoh-contoh soal serta pembahasan tentang cara mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal dan cara mengubah pecahan desimal menjadi pecahan biasa, pahami lebih dulu pengertian dan konsep dasar tentang pecahan biasa dan pecahan desimal itu sendiri.

Pecahan biasa adalah bentuk pecahan yang nilai penyebutnya lebih besar dari nilai pembilangnya. Sebut saja A/B di mana A merupakan pembilang dan B merupakan penyebut, maka pecahan biasa digambarkan dengan A<B.

Sebagai contoh 2/8, di mana 2 adalah pembilang yang nilainya lebih kecil daripada 8 yang merupakan penyebutnya. Mudah bukan, memahami konsep dari pecahan biasa?

Sementara itu, pecahan desimal adalah bilangan yang biasanya digambarkan dengan angka dan koma dibelakangnya, lalu diikuti dengan angka-angka selanjutnya. Misalnya, pecahan desimal untuk bilangan persepuluhan yakni 0,2;0,3;0,4;0,5 dan seterusnya.

Baik pecahan biasa dan pecahan desimal bisa diubah bentuknya tanpa mengubah nilainya.

Cara Mengubah Pecahan Biasa Menjadi Pecahan Desimal

Ada empat cara mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal yakni metode pembagian bersusun panjang, metode perkalian, metode pecahan desimal berulang dan yang paling praktis adalah dengan menggunakan alat bantu yakni kalkulator.

Agar lebih mudah dalam memahami rumus dan konsep mengubah pecahan biasa ke pecahan desimal, penjelasan mengenai masing-masing cara disertai dengan contohnya.

1. Metode Pembagian Bersusun Panjang

Metode-Pembagian-Bersusun-Panjang

Misalnya pecahan biasa yang dingin diubah menjadi pecahan desimal adalah 4/5.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat lambang pembagi dan menulis angka penyebut (5) di sebelah kiri (bagian luar) lambang pembagi.

Sementara itu tulis angka pembilang (4) di dalam lambang pembagi.

Karena pembilang lebih kecil dibandingkan penyebut, tentu saja hasil 4 dibagi dengan 5 adalah 0. Maka, tulis angka 0 di atas lambang pembagi disertai dengan koma (0,…).

Angka 4 didalam lambang pembagi dapat dituliskan dengan 4,0 untuk mempermudah langkah menghitung selanjutnya.

Lanjutkan dengan menghitung dengan cara pembagian bersusun panjang di mana tanda koma di angka 4,0 dianggap tidak ada sehingga anggapannya adalah 40.

Hasil perhitungan 40 dibagi dengan 5 adalah 8. Tuliskan angka 8 di belakang tanda koma pada hasil pembagian di atas lambang pembagi. Hasilnya adalah 0,8.

Setelah perhitungan bersusun panjang dilanjutkan maka didapatkan hasil akhir untuk pecahan decimal dari 4/5 adalah 0,8.

2. Metode Perkalian

Metode-Perkalian

Berikutnya adalah mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal dengan metode perkalian. Metode ini dilakukan dengan cara mencari angka pengali dari angka penyebut pada pecahan biasa yang bisa menghasilkan angka yang masuk kelompok 10 (10, 100, 1000, dan seterusnya).

Cara ini bisa dilakukan sehingga tidak perlu menggunakan cara pembagian bersusun panjang seperti di atas. langkahnya pun terbilang lebih cepat.

Untuk menemukan hasil bilangan bulat, bagilah terlebih dahulu penyebut dengan angka 10, 100 dan seterusnya hingga mendapatkan hasil bilangan bulat.

Agar mempermudah pemahaman tentang cara di atas, berikut adalah contohnya :

  • 3/5. Caranya adalah membagi penyebut dengan angka 10, 10/5 hasilnya 2. 2 adalah angka yang jika dikalikan 5 akan menghasilkan 10. Maka 2 bisa digunakan.
  • ¾. Caranya adalah membagi penyebut dengan angka 10, 10/4 hasilnya 2,5. 2,5 bukanlah bilangan bulat sehingga tidak bisa digunakan. Lanjut dengan mencoba angka 100, 100/4 hasilnya 25. 25 merupakan bilangan bulat sehingga bisa digunakan.

Kalikan angka pecahan yang ingin diubah ke dalam bentuk desimal tadi dengan bilangan bulat yang didapatkan. Contohnya sebagai berikut :

  • 3/5×2/2 = 6/10
  • 3/4×25/25 = 75/100

Hasil yang sudah didapatkan tinggal diubah menjadi bentuk pecahan desimal dengan cara menambahkan angka 0 dan tanda koma (,) di depan angka pembilang.

Rumusnya, jika terdapat 1 angka 0 pada penyebut, maka berikan tanda koma tepat di sebelah kiri pembilang.

Kemudian, jika terdapat 2 angka 0 pada penyebut, geser tanda koma sebanyak 2 kali ke sebelah kiri dari angka pembilang. Contohnya dapat dilihat seperti di bawah ini :

  • 6/10 = 0,6
  • 75/100 = 0,75

3. Metode Pecahan Desimal Berulang

Metode-Pecahan-Desimal-Berulang

Mulailah dengan membuat pembagian bersusun panjang. Contohnya 1/3, maka tuliskan angka 1 (pembilang) di dalam lambang pembagi dan angka 3 (penyebut) di sebelah kiri bagian luar lambang pembagi.

Kemudian di bagian atas lambang pembagi, tuliskan angka 0 sebagai hasil dari pembagian 1/3 yang mana jumlahnya lebih kecil dari 1. Bubuhkan koma di sebelah angka 0 tersebut.

Di sebelah angka 1, bubuhkan juga koma diikuti dengan angka 0 menjadi 1,0 yang dianggap sebagai 10. Bagilah 10 dengan angka 3 (penyebut) sehingga dihasilkan 3 yang angkanya diletakkan di sebelah tanda koma pada hasil pembagian (0,3).

Kalikan 3 dengan 3 pada angka penyebut sehingga didapatkan hasil 9. Lakukan perhitungan secara berulang sehingga didapatkan hasil 0,333xx. Inilah yang dimaksud dengan pecahan desimal berulang.

4. Metode Perhitungan Menggunakan Kalkulator

Metode-Perhitungan-Menggunakan-Kalkulator

Cara terakhir dan yang paling mudah adalah dengan menggunakan kalkulator.

Untuk siswa sekolah mungkin cara ini tidak bisa digunakan karena pada dasarnya siswa harus memahami konsep rumus dan hitungan manual agar lebih mudah mengerjakan soal-soal pecahan jenis lain.

Akan tetapi, tidak ada salahnya juga memahami bagaimana cara menggunakan kalkulator sebagai cara mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal.

Caranya adalah dengan membagi angka pembilang dengan angka penyebutnya saja. Misalnya ¾ maka tekan angka 3, tekan simbol pembagian, tekan angka 4 kemudian pilih symbol sama dengan (=). Akan langsung didapatkan hasil 0,75.

Cara Mengubah Pecahan Desimal Menjadi Pecahan Biasa

Cara-Mengubah-Pecahan-Desimal-Menjadi-Pecahan-Biasa

Untuk mengubah pecahan decimal menjadi pecahan biasa, prinsipnya adalah mengubah desimal pada pecahan desimal ke bentuk per sepuluh, per seratus dan seterusnya.

Selanjutnya adalah dengan membagi angka pembilang dan penyebut dengan bilangan yang sama sehingga didapatkan hasil pecahan biasa yang paling sederhana.

Kuncinya adalah memahami prinsip pecahan desimal yang dijelaskan sebagai berikut :

  • Apabila ada satu angka di belakang koma dalam bilangan desimal, maka hasilnya menjadi per sepuluh. Contohnya 0,1 à 1/10.
  • Apabila ada dua angka di belakang koma dalam bilangan desimal, maka hasilnya menjadi per serratus. Contohnya 0,01 à 1/100

Misalnya, jika ingin mengubah 0,2 menjadi bentuk pecahan biasa, maka yang pertama dilakukan adalah dengan mengubahnya menjadi bentuk per sepuluh yaitu 2/10.

Selanjutnya adalah bagi pembilang dan penyebut dengan bilangan yang bisa dibagi bersama, yaitu 2 sehingga didapatkan hasil 1/5.

Selanjutnya ada juga bahasan mengenai cara mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa dan juga Cara Mengubah Pecahan Menjadi Persen, yang bisa kamu baca pada artikel kami selanjutnya.

Cara mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal serta cara mengubah pecahan desimal menjadi pecahan biasa ini akan menjadi lebih mudah jika diiringi dengan latihan-latihan soal yang dikerjakan dengan berbagai metode. Selamat belajar!

Leave a Comment

x