7 Strategi Usaha Jual Telur Ayam agar Untung Maksimal, Patut Dicoba!

Usaha jual telur ayam saat ini mengalami fenomena tidak sebandingnya permintaan dan barang yang tersedia di pasar. Hal ini mengakibatkan telur-telur di pasaran melonjak harganya hingga Rp30.000 per kilogram. Baik pengusaha telur maupun masyarakat banyak yang mengeluh dengan kondisi tersebut.

Tak heran, dengan melonjaknya harga telur ini membuat efek domino terhadap barang-barang lainnya. Namun, mahalnya harga telur ini tidak membuat masyarakat kehilangan minat akan permintaan telur. Sebagian masyarakat beralasan bahwa lebih baik tetap tersedia dibandingkan tidak ada sama sekali.

Untuk para pemula yang ingin terjun bisnis ini tak perlu khawatir. Sebab pasar akan selalu fluktuatif pada setiap periode. Agar tetap yakin dalam berusaha, berikut adalah ulasan mengenai strategi yang perlu dilakukan agar sukses dalam memulai bisnis telur ayam.

Strategi Usaha Jual Telur Ayam

1. Perhatikan Lokasi Usaha

Perhatikan-Lokasi-Usaha

Lokasi merupakan hal esensial bagi setiap usaha. Sebab lokasi yang tepat dan strategis akan berdampak pada income yang akan didapat tiap harinya. Sudah pasti tempat yang banyak orang berlalu lalang akan jelas lebih laku dibandingkan sebaliknya.

Mengingat pentingnya telur sebagai bahan pokok sehari-hari. Efektifitas dalam menjual telur ini sangatlah diperlukan sebagai pertimbangan lokasi yang strategis. Dengan lokasi yang sesuai, selanjutnya target pasar potensial akan didapatkan.

Mengenai lokasi usaha, bisa dengan menyewa terlebih dahulu sebagai langkah awal. Tak perlu besar asal bisa menampung telur yang disesuaikan dengan modal awal yang tersedia. 

Perhatikan pula kompetitor bisnis telur ayam di sekitar. Sebab nantinya akan menjadi bahan perbandingan masyarakat dalam membeli.

2. Modal Awal

Modal-Awal

Selanjutnya adalah modal yang dialokasikan untuk kebutuhan bisnis telur ayam ini sangatlah variatif. Sebelumnya pastikan terlebih dahulu kebutuhan dari penjualan telur ayam nantinya. Seperti box telur, timbangan, dll. Informasi harga masing-masing bisa diketahui dengan riset ke distributor yang dipercaya.

Peralatan yang dibutuhkan tadi bisa dipisahkan dengan modal untuk menyewa tempat usaha agar lebih mudah dalam menaksir harga nantinya. Selain itu, modal ini berfungsi sebagai patokan dalam berusaha.

Modal ini nantinya bisa mengatur harga jual serta keuntungan yang didapat dari usaha jual telur ayam ini. 

3. Tentukan Harga Jual Telur

Tentukan-Harga-Jual-Telur

Terlalu mahal menaruh harga memang memberikan keuntungan besar namun akan sulit bangkit ketika masyarakat menemukan toko yang lebih murah. Terlalu murah pun akan membuat permintaan lebih banyak dan akan merusak stabilitas keseimbangan pasar ditambah rugi pula.

Menentukan harga jual memerlukan survey yang konstan terhadap kompetitor di sekitar lokasi penjualan. Sebab penentuan harga ini dimaksudkan agar persaingan pasar berjalan sesuai dengan kaidahnya. Selain itu, tentukan margin keuntungan tiap penjualan telur. Contoh harga jual dengan margin keuntungan 10%.

Misalnya, modal yang diperlukan per kilogram telur sebesar Rp25.000, kemudian ditambah dengan modal dikali margin keuntungan sebesar 10%, hasilnya adalah harga jual.

Harga Jual = modal + (modal x margin)

Harga Jual = 25.000+(25.000 x 10%)

Harga Jual = 25.000 + 2500

Harga Jual = Rp27.500

4. Memastikan Kualitas Telur

Memastikan-Kualitas-Telur

Seberapapun mahal harganya, masyarakat diyakini tetap mencari telur ayam. Sebab banyak para pelaku usaha lainnya yang memerlukan telur ayam sebagai resep pokok usahanya. Sebagai pelaku usaha jual telur ayam pastinya tidak ingin membuat masyarakat lebih kecewa dengan telur yang tidak berkualitas.

Agar usaha dapat dipercaya masyarakat, usaha jual telur ayam pastikan kualitas telur yang dijual senantiasa baik dan tidak cacat. Perhatikan bagaimana kondisi telur tersebut mulai dari cangkangnya, tempat telurnya, hingga ke aromanya sendiri. 

Sebab jaminan kualitas telur yang baik akan berdampak pada kepuasan para pembeli. Kontrol berkala perlu dilakukan, hal ini juga dapat menjaga kualitas telur tetap baik. 

Tentunya dengan begitu pembeli tetap akan muncul dan omzet yang diterima akan semakin besar nantinya. Dapat dilakukan juga dengan cara mencari distributor telur yang sudah terjamin kualitasnya.

5. Jalin Kerjasama dengan Distributor

Jalin-Kerjasama-dengan-Distributor usaha jual telur ayam

Dalam membangun usaha, pastinya diperlukan channel atau jaringan dengan pengusaha telur dengan skala besar atau bahkan pengusaha ayam petelur yang terbukti berkualitas dan terpercaya. Sebab, nantinya telur-telur hasil hubungan horizontal ini akan didistribusikan secara luas untuk masyarakat.

Pilih pemasok yang memiliki kualitas dan sebisa mungkin menjual dengan harga yang relatif lebih murah. Perhatikan pula jarak yang perlu ditempuh antara pemasok dengan kedai bisnis telur ayam. Jarak tempuh juga akan mempengaruhi modal yang harus dikeluarkan nantinya.

Namun, tentunya jangan menutup kemungkinan untuk memiliki pemasok lebih dari satu saja. Hal ini disebabkan fluktuasi harga dan ketersediaan barang sangat tidak menentu. 

Memiliki lebih dari satu pemasok akan menghindari kosongnya ketersediaan telur di toko apabila stok di salah satu distributor sedang kosong.

6. Buat Rencana Penjualan

Buat-Rencana-Penjualan usaha jual telur ayam

Rencana penjualan ini maksudnya adalah seberapa banyak telur yang dipesan untuk dijual nantinya. Hal ini dilakukan karena dalam berbisnis makanan ataupun bahan bakunya, sudah pasti tidak akan selalu awet dan tahan lama. Ada tempo yang perlu diketahui dalam menyimpan telur ayam ini.

Umumnya, telur ayam akan bertahan hingga mencapai 2 minggu. Sehingga dalam memulai bisnis telur ayam perlu memperkirakan berapa yang harus dipesan kepada pemasok telur. Agar nantinya telur-telur tersebut tidak rusak dan membuat rugi ketika umurnya sudah mencapai batas waktu.

Selain itu, rencana lainnya adalah selalu melakukan rekapitulasi yang berkala terhadap alur serta kondisi dari penjualan telur. Karena sifat harga telur yang fluktuatif, tentunya persiapan pembelian kepada pemasok perlu dipertimbangkan banyaknya, inilah sebabnya diperlukan pengecekan berkala setiap waktu.

7. Pertimbangkan Penjualan Telur Ayam

Pertimbangkan-Penjualan-Telur-Ayam usaha jual telur ayam

Maksudnya adalah setiap pasar berbeda-beda minat dan seleranya. Ada yang lebih memilih telur ayam kampung karena lebih bergizi dan lebih enak, namun lebih mahal harganya. Ada juga yang lebih menyukai telur ayam negeri yang umum dijumpai dimana saja dan relatif lebih murah.

Memang lebih baik adalah mengadakan kedua jenis telur ayam ini di toko. Karena dengan begitu, pembeli akan lebih mudah mencari telur ayam mana yang ingin digunakan nantinya. Bisa juga dengan menyediakan telur-telur lain yang tidak kalah peminatnya seperti telur bebek ataupun telur puyuh.

Sudah pasti modal yang dikeluarkan untuk menjual telur lainnya selain telur ayam akan lebih mahal. Jika memang belum memungkinkan, lakukanlah secara bertahap. Sebab jaminan keuntungan yang lebih besar dari penjualan telur tersebut sudah pasti akan menyertai.

Dalam memulai usaha jual telur ayam memang tidak mudah saat menghadapi situasi pasar tak terkendali. Tapi satu hal yang penting adalah bisnis telur ayam diyakini tidak akan mati sebab kebutuhan akan adanya telur di masyarakat tetap terjaga permintaannya.

Info di atas adalah beberapa strategi usaha jual telur ayam agar mendapat untung maksimal. Dapat dipraktekan secara langsung bagi para pemula dalam bisnis ini. Diharapkan dengan beberapa informasi tadi dapat memberikan motivasi dan semangat untuk para pelaku bisnis ketika memulai usahanya.

Leave a Comment

x