8 Cara Membuat Bisnis Plan untuk Semua Jenis Usaha

Bidang bisnis tidak lepas dari perencanaan. Membuat bisnis plan atau ide bisnis adalah salah satu hal yang harus dipersiapkan oleh para pembisnis sebelum memulai usahanya. Namun, tidak banyak orang yang memahami cara membuat bisnis plan yang baik dan benar.

Secara umum, bisnis plan berisi informasi tentang tujuan, unsur bisnis serta strategi yang dilakukan untuk mengembangkan bisnis yang akan dijalani. Adanya bisnis plan akan membantu para penggiat usaha dalam menjalankan bisnisnya. Lalu, bagaimana membuat bisnis plan yang baik dan benar itu?

Pengertian dan Tujuan Bisnis Plan

Pengertian-dan-Tujuan-Bisnis-Plan

Bisnis plan adalah sebuah dokumen yang berisi gambaran secara umum tentang jenis usaha, strategi serta tujuan yang dibuat untuk membuka usaha baru. Dokumen tertulis ini tidak hanya berguna bagi pemilik usaha, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses promosi dan kerjasama.

Bagi pemilik usaha yang baru memulai bisnis, adanya bisnis plan akan membantu dalam mendapatkan mitra bisnis. Hal ini disebabkan karena dalam bisnis plan, mitra bisnis bisa melihat dengan jelas usaha apa yang akan dikembangkan.

Dokumen bisnis plan juga bisa menjadi langkah awal untuk menjalani usaha yang terus berkembang. Dalam bisnis plan terdapat tujuan usaha yang ingin dicapai dan cara mencapainya. Dengan kata lain, bisnis plan menjadi peta yang digunakan pemilik usaha untuk menjalankan usahanya.

Secara umum, bisnis plan bertujuan untuk memberi gambaran tentang usaha yang akan dijalani. Selain tujuan tersebut, terdapat beberapa tujuan lain dari pembuatan bisnis plan ini, diantaranya:

  1. Membantu pemilik usaha fokus dengan usaha yang telah dimulai sesuai dengan tujuan awal.
  2. Membantu pemilik usaha mengatur dan memperoleh dana usahanya.
  3. Sebagai media promosi usaha pada pihak penyandang dana, pemasok atau konsumen.
  4. Membantu menghadapi kesulitan seperti persaingan usaha.
  5. Sebagai alat evaluasi terhadap usaha yang dijalani.

Hal-Hal Penting Yang Ada Dalam Bisnis Plan

Hal-Hal-Penting-Yang-Ada-Dalam-Bisnis-Plan

Sebelum mengetahui bagaimana cara membuat bisnis plan, ada beberapa hal penting yang harus diketahui. Hal-hal ini perlu dicantumkan dalam dokumen bisnis plan. Tujuannya agar dokumen bisnis plan lengkap dan pihak lain bisa mengetahui secara jelas gambaran usaha yang dijalani.

Hal pertama yang harus ada dalam bisnis plan adalah nama dan gambaran singkat bisnis yang akan dijalani. Biasanya perusahaan-perusahaan besar memiliki nama yang menjadi ciri khas dan digambarkan dalam sebuah logo. 

Selain menuliskan nama perusahaan, bisnis plan juga harus dilengkapi dengan pendahuluan. Isi pendahuluan ini tidak jauh dari latar belakang usaha, visi dan misi, serta tujuan. Terdapat dua jenis tujuan yang harus ada dalam bisnis plan yakni tujuan jangka pendek serta tujuan jangka panjang.

Analisis usaha menjadi hal lain yang harus ada dalam bisnis plan. Dalam bagian ini, pemilik usaha harus menentukan terlebih dahulu, jenis usaha yang akan ditawarkan. Produk dan jasa adalah dua jenis usaha yang biasa dijalankan dalam bisnis.

Jika ingin menawarkan produk, pemilik usaha harus menjelaskan detail produk mulai dari kemasan produk hingga keunggulannya. Namun, jika menawarkan jasa, pemilik usaha harus menyertakan jenis jasa yang ditawarkan dan cara memperolehnya.

Target pasar menjadi hal lain yang juga harus ada di bisnis plan. Pemilik usaha harus melakukan analisis pemasaran dan menuliskannya dalam bisnis plan. Selain itu, analisis SDM, keuangan, proses pemecahan masalah, eksekusi usaha hingga lampiran adalah hal-hal yang juga harus ada di bisnis plan. 

Bagaimana Cara Membuat Bisnis Plan Yang Baik?

Jika sudah mengetahui secara umum apa saja yang ada dalam bisnis plan, maka pemilik usaha sudah bisa mulai merumuskan bisnis plan yang akan dijalani. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat bisnis plan, yakni:

1. Mempelajari Tentang Bisnis Yang Akan Dijalani

Bagaimana-Cara-Membuat-Bisnis-Plan-Yang-Baik

Cara pertama adalah mempelajari tentang bisnis yang akan dijalani. Hal ini dianggap penting karena pemilik bisa menentukan arah bisnis yang akan dijalani kedepannya. Mempelajari bisnis yang akan dijalani bisa dilakukan dengan melakukan analisis SWOT.

Analisis SWOT adalah suatu teknik yang dilakukan untuk mencari tahu tentang kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity), serta ancaman (Threats) dari usaha yang akan dijalani. Dengan membuat analisis ini, pemilik usaha mampu menjalani bisnis sesuai keinginannya.

2. Menjalankan Riset

Menjalankan-Riset

Cara selanjutnya yakni menjalankan riset yang sesuai dengan bisnis yang akan dijalani. Melaksanakan riset bertujuan untuk mengetahui masalah apa saja yang sekiranya dihadapi kedepannya. Jawaban yang ditemukan selama melaksanakan riset, selanjutnya bisa dituliskan ke dalam bisnis plan.

3. Melakukan Analisis Pasar

Melakukan-Analisis-Pasar

Target pasar dari usaha menjadi hal yang harus tertera dalam bisnis plan. Untuk itu, pemilik usaha harus melakukan analisis pasar terlebih dahulu.

Dengan melakukan hal ini, pemilik usaha bisa mendapat gambaran tentang media promosi dan harga yang bisa ditetapkan untuk produk atau jasanya. Misalnya, setelah melakukan analisis pasar dapat diketahui target produk adalah remaja, maka media yang tepat untuk promosi adalah di sosial media.

4. Merumuskan Visi dan Misi Serta Tujuan Usaha

Merumuskan-Visi-dan-Misi-Serta-Tujuan-Usaha

Setelah memahami tentang bisnis yang akan dijalani dan menjalani riset terkait bisnisnya, pemilik usaha bisa merumuskan visi, misi serta tujuan dari usahanya. Tujuan bisa dirumuskan untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Perumusan visi, misi serta tujuan ini akan membuat pemilik usaha menjadi fokus pada hal yang ingin dicapai dalam usahanya. Dan ketika menemui masalah di masa depan, pemilik usaha tidak akan kesulitan dalam menyelesaikannya.

5. Merumuskan Profil Perusahaan

Merumuskan-Profil-Perusahaan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, nama dan gambaran umum perusahaan harus ada dalam bisnis plan. Beberapa hal lain yang juga bisa dituliskan dalam bagian ini misalnya latar belakang usaha, jenis produk/jasa yang ditawarkan, dan lain-lain.

6. Membuat Rencana Keuangan

Membuat-Rencana-Keuangan

Dalam menjalani usaha baru, para pemilik usaha juga harus menyusun rencana keuangan. Biaya operasional per hari, bulan dan pertahun juga perlu ditulis. Setiap transaksi yang terjadi dalam menjalani usaha juga tidak boleh dilupakan.

Setiap kebutuhan dana dan transaksi yang terjadi, harus ditulis secara berkala. Dengan begitu, pemilik usaha bisa mencantumkan perputaran dana atau kas yang terjadi dalam usaha yang dijalaninya. Rincian dana ini juga menjadi bagian penting dalam bisnis plan.

7. Membuat Strategi Marketing

Membuat-Strategi-Marketing

Cara selanjutnya yang tidak kalah penting adalah strategi marketing. Setelah mengetahui target pasar, pemilik usaha bisa menyusun strategi marketing yang akan dijalani untuk usahanya. Membuat estimasi biaya, menentukan media promosi hingga strategi promosi adalah hal yang harus ada di bisnis plan.  

8. Menuliskan Rencana Bisnis

Menuliskan-Rencana-Bisnis

Setelah semua tersebut dilakukan, cara terakhir adalah menuliskan semua rumusan bisnis tersebut dalam satu dokumen. Penulisan bisnis plan dilakukan secara berurutan, mulai dari latar belakang, visi, misi serta tujuan.

Kemudian dilanjutkan dengan analisis usaha, rencana keuangan hingga strategi marketing. Penulisan bisnis plan yang rapi akan meyakinkan para penyandang dana atau konsumen dengan usaha yang akan dijalani.

Bisnis plan menjadi bagian penting dalam merumuskan usaha baru. Mempelajari bisnis dengan analisis SWOT, melakukan analisis pasar hingga membuat strategi marketing adalah beberapa cara membuat bisnis plan. Adanya bisnis plan ini akan menjadi peta bagi pemilik usaha dalam menjalankan bisnisnya.

Leave a Comment

x