Modal Usaha Sarang Walet dan Cara Budidayanya

Banyak pengusaha yang sukses dan kaya raya melalui beternak burung walet. Usaha yang sangat menguntungkan ini tentunya tak terlepas dari modal usaha sarang walet yang juga lumayan besar.

Rincian modal usaha sarang burung walet mulai dari awal hingga berdiri yang dikeluarkan diperkirakan mencapai ratusan hingga miliaran rupiah. Hal ini sebanding dengan keuntungan yang akan diperoleh dimana bisa mencapai dua kali lipat atau lebih.

Burung Walet

Burung-Walet

Burung Walet memiliki nama latin Collocalia vestita. Burung ini memiliki warna hitam di bagian atas tubuhnya sedangkan bagian bawah berwarna coklat. Sayapnya berbentuk runcing dengan ekor yang panjang.

Burung Walet memiliki habitat di daerah sub tropis dengan kondisi sunyi, gelap dan kelembaban sebesar 80-90%, bersuhu 24-36℃ seperti di dalam goa, daerah pantai atau dataran lainnya. Burung ini hanya bisa ditemukan di negara-negara Asia Tenggara

Walet memakan serangga terbang seperti laron, lalat, belalang, semut bersayap dan lain sebagainya. Karakteristik serangga kesukaan burung ini adalah bersayap bening dengan ukuran 0,2 cm hingga 2,5 cm.

Burung walet memiliki kecepatan sangat tinggi saat terbang namun memiliki kaki yang lemah sehingga tidak bisa hinggap di atas pohon seperti burung lainnya. Hal ini dikarenakan kakinya lebih kecil dibandingkan dengan tubuhnya yang berakibat tidak bisa menopang tubuhnya secara optimal.

Manfaat Sarang Burung Walet

Manfaat-Sarang-Burung-Walet

Tak seperti burung-burung lain yang dimanfaatkan keindahan warna bulu dan suaranya, Burung Walet dimanfaatkan sarangnya. Sarang Burung Walet ini banyak dicari khusnya masyarakat China, Malaysia dan Singapura karena memiliki khasiat sebagai berikut:

  1. Sebagai sumber asam amino esensial
  2. Dapat menjaga awet muda
  3. Mendukung fungsi organ tubuh
  4. Obat awet muda
  5. Meyehatkan kulit
  6. Menurunkan risiko kanker
  7. Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular
  8. Meningkatkan daya tahan tubuh
  9. Meredakan peradangan

Budidaya Burung Walet

Budidaya-Burung-Walet

Dalam membudidaya Burung Walet, terdapat beberapa ilmu mendasar yang harus dipahami terlebih dahulu agar mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Hal yang harus dipelajari sebelum melakukan budidaya burung walet diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Memilih lokasi budidaya terbaik

Standar ketinggian untuk habitat Burung Walet adalah di antara 900-1000 mdpl dan harus jauh dari kebisingan dan pemukiman penduduk agar tidak terganggu oleh keramaian dan aktivitas manusia.

Tempat terbaik bagi rumah Burung Walet adalah yang dekat dengan sumber makanan. Oleh karena itu, rumah walet harus dibangun berdekatan dengan sungai, rawa, padang rumput, sawah atau hutan sehingga makanan bagi burung ini akan melimpah.

Suhu ruang bangunan yang menjadi rumah Burung Walet harus dijaga agar selalu berada diantara 24-26℃ dengan kelembaban udara yang sebesar 80-90%.

Bisnis sarang Burung Walet merupakan bisnis jangka panjang sehingga rumah Burung Walet perlu dibangun secara permanen, namun juga dengan resiko yang tinggi apabila Burung Walet ternyata tidak suka dengan bangunannya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemilik usaha bisa menyewa rumah kosong yang tidak terpakai dengan kondisi yang sesuai dengan habitat asli Burung Walet sehingga mereka mau datang dan membangun sarang sendiri di rumah yang telah disediakan.

Daerah yang paling berpotensi untuk dijadikan rumah Burung Walet saat ini adalah daerah Kalimantan, Sumatera dan Nusa Tenggara Barat.

Meski sebelumnya banyak dibudidayakan di daerah Jawa Timur, tetapi kini mulai berkurang karena pesatnya pembangunan sehingga Burung Walet kesulitan mencari makanan. Lahan yang sesuai habitat Burung Walet seperti sawah, ladang dan hutan mulai dihilangkan untuk dibangun.

2. Pembibitan dan perawatan Burung Walet

Pembibitan dilakukan dengan mengundang burung walet untuk datang ke rumah yang telah disediakan. Hal ini bisa dilakukan menggunakan rekaman suara burung walet atau membuat sarang-sarang palsu sehingga Burung Walet dapat tertarik untuk membangun sarangnya.

Sarang Burung Walet alami biasanya terletak di ketinggian, seperti tebing yang tertutup sehingga pembuatan sarang palsu bisa diakali dengan membuat sarang di sudut-sudut atap rumah yang tinggi.

Burung Walet menyukai sarang yang dekat dengan sumber air dimana sifat ini bisa dijadikan salah satu trik untuk mengundangnya dengan memasang semprotan air di atap rumah.

Bangunan rumah Burung Walet yang akan ditempati sebaiknya berwarna putih, krem atau warna alami lainnya asalkan tidak dicat dengan warna gelap karena burung ini juga peka terhadap warna.

Proses untuk memancing walet agar datang ke rumah yang telah disediakan membutuhkan kesabaran karena bisa berlangsung lama. Apabila diperlukan bisa menyewa pawang yang sudah ahli dalam hal mendatangkan Burung Walet ke tempat yang diinginkan.

Pembuatan sarang oleh Burung Walet berkisar antara 10 hari namun prosesnya bisa lebih lama apabila sekaligus melakukan pembibitan, karena anakan Burung Walet akan dibiarkan di sarang aslinya hingga tiga hari.

Setelah tiga, anakan Burung Walet bisa dipindahkan ke inkubator khusus atau tempat hangat lain serta memiliki sirkulasi udara yang baik.

Pakan alami yang bisa diberikan kepada anakan walet adalah serangga kecil seperti lalat,  ulat burung, larva, ngengat dan kroto. Kebutuhan gizinya harus selalu dipastikan terpenuhi dengan perbandingan protein 60% dan karbohidrat dari kacang atau biji-bijian 40%.

Proses pembibitan Burung Walet membutuhkan waktu yang cukup lama karena burung dewasa yang sudah siap kawin berusia antara 4-6 tahun. Tetapi hal itu sebanding dengan usia Burung Walet yang bisa mencapai 20 tahun dan masih tetap produktif untuk membangun sarang.

Sarang Burung Walet biasanya terbuat dari bulu, jerami atau biji-bijian yang direkatkan dengan menggunakan air liurnya. Air liur inilah yang menjadikan sarang Burung Walet bernilai sangat tinggi.

3. Panen sarang Burung Walet

Terdapat tiga cara untuk memanen sarang burung walet, yaitu:

  1. Penen menunggu telur menetas.
  2. Panen membuang telur tanpa menunggu menetas.
  3. Panen sebelum walet menetaskan telur.

Mengacu pada ketiga jenis panen di atas, cara panen yang paling aman adalah panen buang telur dimana telur ditetaskan di dalam inkubator untuk memelihara regenerasi Burung Walet, sedangkan induknya bisa membangun kembali sarangnya hingga empat kali dalam satu tahun.

Estimasi Modal Usaha Sarang Walet

Estimasi-Modal-Usaha-Sarang-Walet

Modal usaha sarang walet yang utama adalah lokasi dan bangunan rumah walet yang memadai. Ukuran rumah walet bisa bervariasi, misalkan seluas 100 m² dengan empat tingkat atau setinggi sekitar 20 meter.

Sangat penting untuk menentukan bahan bangunan gedung tersebut, misalkan dari kayu atau beton yang mana keduanya akan berpengaruh kepada jumlah modal yang dikeluarkan.

Estimasi biaya pembelian adalah sebesar Rp 100 juta dan bangunan Rp 400 juta.

Sarana dan perlengkapan rumah walet dalam hitungan modal berikutnya berupa pipa 4 cm, busa yang digunakan sebagai pelapis dinding rumah walet, sound sistem, pipa L yang berguna ventilasi dan biaya tak terduga lain sebagainya diperkirakan sebesar Rp 10 juta.

Pemaparan modal usaha sarang walet di atas masih berupa kasaran dimana bisa berubah bergantung pada lokasi dan jenis bahan bangunan yang digunakan untuk membuat rumah Burung Walet.

Leave a Comment

x