Sejarah Ekonomi Indonesia dari Masa ke Masa, Lengkap!

Setiap sistem perekonomian negara pasti berbeda-beda, begitu pun dengan sejarah ekonomi Indonesia yang mengalami perkembangan dari masa ke masa. Indonesia mengalami perkembangan perekonomian dalam 4 masa yakni orde lama, orde baru, transisi, dan pemerintahan reformasi.

Dari 4 masa tersebut tentu mempunyai sejarahnya masing-masing dari perekonomian yang terpuruk hingga bangkit dan berjuang untuk memperbaiki sistem ekonomi yang lebih baik. Berikut ini penjelasan terkait sejarah perkembangan ekonomi Indonesia dari masa ke masa.

Sejarah Ekonomi Indonesia

1. Sejarah Ekonomi Indonesia Pada Masa Orde Lama (1945-1965)

Sejarah-Ekonomi-Indonesia-Pada-Masa-Orde-Lama-1945-1965

Sejarah ekonomi Indonesia pada masa Orde Lama sistem perekonomian negara digagaskan oleh Muhammad Hatta melalui koperasi yang berlandaskan semangat kolektivisme. Dimana pemerintah lah yang mengatur usaha produksi untuk kesejahteraan rakyat.

Saat itu terdapat kebijakan yang disebut Gunting Syafruddin yang dibuat oleh Menteri Keuangan bernama Syafruddin Prawiranegara. Syafruddin merupakan pencetus kebijakan mata uang pertama di Indonesia.

Dirinya menggunting mata uang NICA dan de Javasche Bank pecahan 5 gulden. Dimana pada bagian kiri mata uang masih bisa dipakai untuk alat pembayaran, sedangkan sebelah kanan ditukar obligasi negara yang senilai dengan setengah mata uangnya.

Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan antara jumlah uang yang ada dengan barang yang beredar. Tetapi justru perekonomian Indonesia sangat buruk yang disebabkan oleh terjadinya inflasi yang sangat tinggi karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali.

Pada masa itu pemerintah belum memiliki mata uang sendiri sebagai mata uang pengganti. Kondisi perekonomian sangat buruk karena pajak maupun bea masuk lainnya sangat kecil. Tetapi pengeluaran negara semakin bertambah.

Pada tahun 1958 berlakunya Undang-Undang No. 78 Tahun 1958 tentang investasi asing. Dengan adanya investasi asing justru memperburuk perekonomian, dan pada tahun 1965 didirikan Bank Berjuang yang berfungsi sebagai pemasok dana proyek.

2. Sejarah Perekonomian Indonesia Pada Masa Orde Baru

Sejarah-Perekonomian-Indonesia-Pada-Masa-Orde-Baru

Terdapat 2 Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah terkait ekonomi negara yakni sebagai berikut:

  1. Mengeluarkan uang kertas baru: Yakni disebut Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai pengganti mata uang Jepang. Kemudian diikuti dengan didirikannya Bank Negara Indonesia pada 1 November 1946.
  2. Adanya Program Pinjaman Nasional: Program ini dilaksanakan oleh menteri keuangan RI Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP.

Pada masa orde lama, perekonomian Indonesia sangatlah buruk. Hal ini diakibatkan kekacauan politik yang dipicu oleh Soekarno. Namun pembangunan ekonomi Indonesia pada masa orde baru oleh Suharto dapat dibagi menjadi 3 tahapan, yakni:

aPemulihan Ekonomi (1966-1973)

Sejarah ekonomi Indonesia pada masa orde baru dimulai pada tahun 1966. Namun, pemulihan perekonomian dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Reintegrasi Indonesia ke dalam ekonomi dunia dengan bergabung kembali bersama IMF, PBB, dan Bank Dunia pada 1960-an. Saat itu mulainya aliran bantuan keuangan dan bantuan asing dari negara barat dan Jepang yang masuk ke Indonesia.
  2. Memerangi hiperinflasi, dimana Soeharto mengandalkan sekelompok teknokrat ekonomi untuk membuat rencana pemulihan ekonomi.
  3. Adanya larangan pendanaan domestik dalam bentuk utang domestik maupun pencetakan uang.
  4. Mekanisme pasar bebas dipulihkan dengan tindakan membebaskan kontrol pasar yang diikuti dengan implementasi UU Penanaman Modal Asing pada 1967 dan UU Penanaman Modal Dalam Negeri pada 1968.

Pertumbuhan Ekonomi Cepat dan Intervensi Pemerintahan yang Semakin Kuat (1974-1982)

Pada tahun 1982 pertumbuhan ekonomi Indonesia per tahun cukup cepat diatas minimum 5% dijaga. Selain itu, Indonesia diuntungkan secara signifikan dari dua oil boom yang terjadi di tahun 1970-an.

Oil boom pertama dilakukan di tahun 1973-1974 ketika Organisation of Petroleum-Exporting Countries (OPEC). Dimana memotong ekspornya secara drastis dan menyebabkan kenaikan harga minyak yang besar.

Selain itu, terjadi juga di tahun 1978-1979 dimana revolusi Iran mengganggu produksi minyak dan kembali terjadi kenaikan harga minyak yang cukup besar. Dengan terjadinya kenaikan oil boom, pendapatan ekspor Order Baru dan pendapatan ekonomi pemerintah meningkat secara drastis.

Pertumbuhan Ekonomi Didorong Ekspor dan Deregulasi (1983-1996)

Di awal tahun 1980-an, harga minyak mulai menurun dan reposisi mata uang di tahun 1985 menambah hutang luar negeri Indonesia. Nilai rupiah pun didevaluasi di tahun 1983 untuk mengurangi defisit transaksi berjalan yang bertumbuh.

UU pajak yang baru ditetapkan pun bertujuan untuk menambah pendapatan dari pajak non minyak dan tindakan deregulasi perbankan dilakukan. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan berbagai tindakan untuk mendukung pertumbuhan yang didorong oleh kegiatan ekspor.

Berbagai ekspor manufaktur mulai menjadi mesin perekonomian Indonesia. Di tahun 1988 dan 1991 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bertumbuh rata-rata 9% per tahunnya dan melambat menjadi rata-rata 7,3% pada tahun 1991-1994 dan meningkat lagi di 2 tahun berikutnya.

3. Sejarah Perekonomian Indonesia Pada Masa Transisi

Sejarah-Perekonomian-Indonesia-Pada-Masa-Transisi

Sejarah ekonomi pada masa ini diawali dengan terjadinya kemerosotan nilai tukar bath Thailand terhadap dollar mata uang AS yang mengalami goncangan hebat yang diakibatkan oleh para investor asing yang mengambil keputusan jual.

Sehingga kejadian ini pun akhirnya merembet ke Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Hal ini menjadi awal krisis keuangan di Asia.

Pada saat itu, posisi mata uang Indonesia pun tidak stabil. Sehingga pada bulan Juli 1997 BI pun menanggapi dengan melakukan 4 kali intervensi yaitu memperluas tentang intervensi.

Pada bulan September 1997, nilai tukar rupiah pun semakin melemah dan mulai mengguncang perekonomian negara. Pemerintah pun mengambil langkah agar perekonomian Indonesia tidak lagi mengalami keterpurukan dengan cara menunda berbagai proyek senilai 39 triliun.

Krisis yang terjadi di Indonesia tidak hanya meluas kepada moneter, tetapi meluas ke bidang politik dan keamanan.

4. Sejarah Perekonomian Indonesia Pada Masa Reformasi

Sejarah-Perekonomian-Indonesia-Pada-Masa-Reformasi

Sejak adanya krisis keuangan yang terjadi di Asia pada 1997 menyebabkan guncangan pada perekonomian negara Indonesia hingga 13% serta depresiasi masif pada nilai rupiah. Indonesia pun saat itu memutuskan untuk mendapatkan pinjaman dari IMF.

Program tersebut dimulai dengan menandatangani Letter Of Intent (LOI) yang pertama pada Oktober 1997 hingga Desember 2003. Di periode ini 4 presiden yang berbeda mengimplementasikan program reformasi dengan hasil yang beragam.

IMF mensyaratkan agenda reformasi yang struktural dan sejumlah langkah ke arah stabilisasi ekonomi makro serta perbaikan kesehatan sistem perekonomian. Persyaratannya meliputi penghapusan monopoli cengkeh dan segala bentuk subsidi yang tidak layak secara ekonomi.

Pada bulan Juli 1998, persyaratan pun disetujui dan melibatkan strategi restrukturisasi korporasi serta program restrukturisasi perbankan yang lebih luas lagi. Pada tahun 1999 Gus Dur terpilih menjadi presiden dan di awal kepemimpinannya kepercayaan investor mulai membaik.

Namun, pada masa pemerintahannya terdapat pertentangan dengan elit politik dan hubungan dengan IMF memburuk. Di tahun 2001 indikator ekonomi pun semakin memburuk seperti adanya penurunan cadangan devisa.

Itulah beberapa sejarah ekonomi Indonesia dari masa orde lama hingga masa pemerintahan reformasi. Perekonomian Indonesia pernah mengalami keterpurukan hingga pernah bangkit dari masa buruk tersebut namun jatuh lagi karena beberapa masalah.

Leave a Comment

x