Sejarah Perekonomian Indonesia dari Orde Lama Sampai Sekarang

Sejarah perekonomian Indonesia dari order lama sampai sekarang membuktikan bahwa negara kita masih terus berusaha bertahan dan bertumbuh menjadi negara yang lebih makmur. Berbagai rintangan sudah dilewati dari yang ringan hingga yang paling buruk di masanya.

Sejak kemerdekaan, Indonesia sudah mengalami berbagai masa kepemimpinan yang berbeda. Setiap eranya melahirkan berbagai kebijakan terkait ekonomi yang selalu bertujuan untuk menyejahterakan kehidupan rakyatnya.

Ekonomi di Masa Orde Lama

Ekonomi-di-Masa-Orde-Lama

Sebelum mendiskusikan lebih lanjut mengenai sejarah perekonomian Indonesia dari order lama sampai sekarang, mari pahami dulu situasi demokrasi dan politik orde lama pada saat itu.

Orde lama merupakan sebutan atas era kepemimpinan Soekarno sebagai presiden Republik Indonesia dari tahun 1945 hingga 1966. Sejak awal kemerdekaan, Soekarno memberlakukan sistem presidensial selama empat tahun awal kekuasaannya.

Sedangkan, di tahun 1950 UUDS (Undang – Undang Dasar Sementara) mulai diberlakukan secara luas dengan menganut sistem parlementer. Dalam sistem ini, perdana menteri memegang kekuasaan paling tinggi atas pemerintahan.

Namun, pemberontakan lain tetap bermunculan hingga menyebabkan kondisi politik yang semakin terpuruk. Hingga tahun 1959, terjadi pergantian perdana menteri sebanyak delapan kali, dan para menteri di kabinet yang terus mengalami 13 kali pergantian.

Pemerintahan pun kembali pada UUD 1945 dengan kembalinya kekuasaan di tangan presiden, yaitu Soekarno.

Adanya ketidakstabilan politik di era orde lama ini membuat Indonesia hampir tidak memiliki pembangunan yang signifikan. Kesejahteraan masyarakat semakin diabaikan hingga menuai berbagai ketidakpuasan atas pemerintahan yang berkuasa.

Sejarah perekonomian Indonesia orde lama ditandai dengan dua periode penting, yaitu;

1. Periode Ekonomi Nasional (1945 –1959)

Periode-Ekonomi-Nasional-1945-GE1959

Dalam periode awal kemerdekaan Indonesia ini, Mohammad Hatta selaku wakil presiden pertama menerapkan sebuah konsep kolektivisme, atau disebut juga koperasi sesuai dengan pasal 33 tentang Kesejahteraan Sosial.

Melalui koperasi, pemerintah bisa mengatur dan mengawasi usaha produksi demi kesejahteraan masyarakat luas. Selain itu, di masa ini popular kebijakan Gunting Syarifudin, menteri perekonomian pertama Indonesia.

Kebijakan tersebut adalah kondisi dimana Syarifudin memutuskan untuk menggunting mata uang NICA dan de Javasche Bank dengan nilai lima gulden ke atas. Lembaran uang kertas tersebut digunting menjadi dua, bagian kiri untuk alat pembayaran dan kanan untuk penukaran obligasi.

Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan jumlah uang yang ada di masyarakat dengan arus barang yang beredar guna menghindari inflasi. Menjaga kestabilan nilai mata uang dan harga berbagai komoditas.

2. Periode Ekonomi Terpimpin (1959 –1966)

Periode-Ekonomi-Terpimpin-1959-GE1966 Sejarah Perekonomian Indonesia

Periode berikutnya disebut dengan Ekonomi Terpimpin, kondisi dimana perekonomian Indonesia mengalami keterpurukkan. Ekonomi Terpimpin sendiri artinya ekonomi yang dikuasai oleh negara, atau disebut juga Etatisme.

Sejarah perekonomian Indonesia dari masa orde lama sampai sekarang memang erat dengan periode ini. Dimana pemerintahan Soekarno mengalami kesulitan untuk menjaga kestabilan ekonomi dalam negeri. Akhirnya terjadi pemogokan kerja para buruh hingga pendapatan negara turun. 

Kenaikan harga barang dan anjloknya nilai mata uang juga terjadi di saat yang sama. Banyak program dan rencana pemerintah yang tidak berjalan hingga terjadinya devaluasi penurunan nilai mata uang. Misalnya, uang kertas yang bernilai Rp. 500, harus jatuh menjadi senilai Rp.50.

Ekonomi di Masa Orde Baru (1966 –1998)

Ekonomi-di-Masa-Orde-Baru-1966-GE1998

Dalam sejarah perekonomian Indonesia dari order lama sampai sekarang, terdapat masa yang disebut dengan Orde Baru. Era ini dimulai dengan naiknya Soeharto sebagai presiden di tahun 1966.

Melalui berbagai upaya, Soeharto perlahan mulai membangkitkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti dengan mengembangkan peran sektor swasta, menarik investor asing, dan dengan menghapus subsidi di berbagai perusahaan pemerintah.

Hal ini ia lakukan untuk mengurangi kenaikan harga dan mengendalikan ketersediaan beras nasional. Di masa orde baru, Indonesia sendiri menerapkan sistem ekonomi campuran.

Di periode ini, Indonesia bergabung kembali dengan IMF (International Monetary Fund). Kondisi ini memungkinkan Indonesia untuk menerima bantuan keuangan dari negara asing lain.

Selain itu, Soeharto memberlakukan UU penanaman Modal Asing di tahun 1967, dan dibuatnya konsep anggaran berimbang.

Ekonomi di Masa Reformasi (1998 – Sekarang)

Ekonomi-di-Masa-Reformasi-1998-GE-Sekarang Sejarah Perekonomian Indonesia

Masa reformasi ditandai dengan peristiwa yang terjadi di tahun 1998. Kondisi dimana masyarakat menuntut turunnya Soeharto yang telah menjabat selama 32 tahun. Berikut ini adalah daftar era kepemimpinan Indonesia sejak reformasi hingga sekarang dan kebijakannya terkait ekonomi.

1. Kepemimpinan B.J Habibie (1998 –1999)

Saat menjabat sebagai presiden Indonesia, Habibie lebih fokus untuk mengatasi kestabilan politik yang terganggu sebagai warisan dari Orde Baru dan akibat dari adanya krisis moneter 1998. Ia tidak banyak membuat kebijakan ekonomi yang begitu signifikan.

2. Kepemimpinan Abdurrahman Wahid (1999-2001)      

Di era kekuasaan Gusdur yang relatif singkat ini, beliau fokus untuk mengendalikan kekacauan akibat krisis di yang belum selesai di 1998 masa Habibie. Hingga perlahan pertumbuhan ekonomi mulai terlihat juga. Berikut kebijakan Gusdur dalam ekonomi;

  1. Membentuk Dewan Ekonomi Nasional yang diketuai Emil Salim
  2. Mengendalikan perekonomian dengan melawan IMF

3. Kepemimpinan Megawati     (2001-2004)

Berikut ini adalah beberapa kebijakan yang dibuat oleh presiden Megawati dalam kepemimpinannya;

  1. Meminta penundaan pembayaran utang negara US$ 5,8 milyar dalam pertemuan Paris Club ke 3, dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116.3 triliun.
  2. Privatisasi BUMN, yaitu dengan menjual perusahaan negara guna melindungi perusahaan negara tersebut dari intervensi politik dan mengurangi beban negara. Kebijakan ini menuai kontroversi karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing.

4. Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)

Sedangkan di masa presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau akrab disapa SBY terdapat beberapa kebijakan ekonomi yang khas, yaitu;

  1. Mengurangi subsidi BBM
  2. Pemberian BLT Bantuan Langsung Tunai untuk masyarakat miskin
  3. Meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional
  4. Mengadakan acara Indonesian Infrastructure Summit untuk mengundang investasi asing

5. Kepemimpinan Joko Widodo (2014-Sekarang)

Saat ini merupakan periode kedua dalam kepemimpinan presiden Jokowi. Tiga tahun terakhir merupakan tantangan besar bagi jajaran pemerintahan dalam menanggulangi pandemi COVID-19 yang membuat perekonomian Indonesia melemah, hampir menyentuh resesi.

  1. Gencarnya Pembangunan infrastruktur
  2. Melemahnya perekonomian akibat pandemi COVID-19

Sejak reformasi sampai sekarang, Indonesia menerapkan sistem Ekonomi Pancasila yang berdasar pada UU 1945. Ditandai dengan adanya pembeda tugas yang jelas antara BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dengan BUMS (Badan Usaha Milik Swasta).

Sederhananya, pemerintah fokus untuk mengelola hajat hidup orang banyak, sedangkan bidang lain memungkinkan keterlibatan pihak swasta dalam pengawasan pemerintah. 

Sejarah Perekonomian Indonesia Dari Order Lama Sampai Sekarang

Sejarah-Perekonomian-Indonesia-Dari-Order-Lama-Sampai-Sekarang

Setelah mengenal tiga periode utama kepemimpinan di Indonesia sejak kemerdekaan berikut dengan berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan. Bisa diambil benang merah bahwa untuk sampai di situasi ekonomi sekarang, Indonesia mengalami berbagai fase yang berbeda.

Setiap fasenya, dengan para penguasa dan sistem ekonomi yang berbeda, hingga sekarang Indonesia mampu menstabilkan keadaan ekonominya.

Meski belum mencapai target pertumbuhan ekonomi yang maksimal, namun Indonesia cukup membuat keadaan tetap stabil dan terkendali.

Sebagai warga negara, sudah sewajarnya kita mengenal Sejarah perekonomian Indonesia dari order lama sampai sekarang . Hal ini dilakukan supaya bisa belajar dan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga kestabilan ekonomi guna memberikan kesejahteraan yang adil bagi seluruh rakyat.

Leave a Comment

x