4 Kegiatan Ekonomi Negara Singapura dalam Berbagai Bidang

Singapura merupakan salah satu negara yang menjadi pusat perekonomian terbesar di wilayah Asia Tenggara. Oleh karena itu, Singapura mendapat julukan sebagai macan Asia. Ada banyak kegiatan ekonomi negara Singapura seperti perdagangan dan industri.

Dikarenakan kegiatan ekonomi yang terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun, maka tidak heran Singapura bisa menjadi negara maju di Asia Tenggara.

Ekonomi Negara Singapura

1. Sejarah Pembangunan Ekonomi Negara Singapura Setelah Kemerdekaan

Sejarah-Pembangunan-Ekonomi-Negara-Singapura-Setelah-Kemerdekaan

Setelah kemerdekaannya pada tahun 1965, pemerintah Singapura memulai pembangunan ekonomi melalui 4 tahap yang berbeda, yakni sebagai berikut:

  1. Melalui strategi industrialisasi ekspor dengan cara menarik investor asing guna mengatur basis manufaktur padat karya untuk mengurangi pengangguran secara besar-besaran.
  2. Pemerintah Singapura melakukan restrukturisasi industri dengan kegiatan padat modal.
  3. Pada pertengahan tahun 1980 negara Singapura mengalami resesi besar-besaran, oleh sebab itu Singapura selanjutnya melakukan restrukturisasi di sektor jasa.
  4. Pada akhir tahun 1990-an Singapura melakukan perbaikan layanan berbasis pengetahuan, bidang teknologi tinggi, dan ekonomi kewirausahaan.

2. Resesi di Negara Singapura

Resesi-di-Negara-Singapura

Pada kuartal II-2020 ekonomi negara Singapura jatuh ke jurang resesi di mana pertumbuhan ekonominya minus 41,2% yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Kondisi ekonomi Singapura tersebut adalah yang terparah sejak negara itu merdeka.

Kontraksi ekonomi yang utama disebabkan karena adanya pembatasan kegiatan ekonomi Negara Singapura pada awal April hingga Juni 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona. Sektor konstruksi di Singapura minus 54,7% dan jasa minus 13,6%.

3. Singapura Pulih dari Resesi

Singapura-Pulih-dari-Resesi

Pada awal tahun 2022 ekonomi negara Singapura mengalami pertumbuhan sebesar 7,2% setelah pulih dari resesi terburuknya pada tahun 2020. Kementerian Perdagangan Singapura mengatakan bahwa sektor manufaktur telah tumbuh 12,8%.

Hal tersebut dikarenakan permintaan global pada semikonduktor dan peralatan semikonduktor dari Singapura. Sedangkan untuk pertumbuhan domestik didorong oleh konstruksi yang naik 12,8%. Pemerintah Singapura memperkirakan ekonominya akan tumbuh 3% – 5% pada 2022 ini.

4. Kondisi Ekonomi Negara Singapura Saat Ini

Kondisi-Ekonomi-Negara-Singapura-Saat-Ini

Pada tahun 2021 ekonomi di Singapura tumbuh dalam laju tertinggi selama lebih dari satu dasawarsa. Pertumbuhan yang terjadi di tahun itu sejalan dengan upaya Singapura untuk keluar dari resesi terburuk yang disebabkan turunnya kegiatan ekonomi negara Singapura saat pandemi.

Pertumbuhan yang positif tersebut karena didorong oleh aktivitas ekonomi seperti manufaktur elektronik, biomedis, dan bahan kimia yang mampu menutup penurunan aktivitas ekonomi di bidang konstruksi dan transportasi.

Sektor Ekonomi Negara Singapura

Sektor-Ekonomi-Negara-Singapura

Singapura merupakan negara yang menghasilkan pendapatan per kapita tertinggi di kawasan Asia Tenggara yakni $59.797. Singapura bergantung pada perdagangan, industri, dan jasa karena tiga alasan berikut:

  1. Luas negara Singapura sekitar 728,6 km persegi, oleh sebab itu Singapura tidak mempunyai sumber daya alam yang memadai untuk bisa bekerja di bidang pertanian. Walaupun demikian singapura bisa memaksimalkan bidang lain untuk memajukan negaranya.
  2. Singapura mempunyai banyak sumber daya manusia yang sangat unggul dan menguasai bidang industri.
  3. Letaknya yang sangat strategis bagi lalu lintas perdagangan dunia memudahkan Singapura untuk melakukan kegiatan ekspor dan impor barang.

Kegiatan Ekonomi Negara Singapura

Di bidang keuangan, negara Singapura menjadi pusat keuangan no 4 di dunia dan oleh sebab itu tidak mengherankan jika 6,1% penduduknya bekerja di sektor keuangan dan perbankan.

Negara ini juga mempunyai peran penting dalam perekonomian dunia di bidang industri, perdagangan, pariwisata, dan lainnya. Sekitar 17% warga Singapura bekerja di bidang industri dan 12% bekerja di sektor jasa.

Berikut adalah beberapa kegiatan ekonomi andalan negara Singapura yang mendukung kemajuannya:

1. Bidang Perdagangan

Bidang-Perdagangan

Singapura memiliki jalur transportasi perdagangan di Asia Tenggara yang letaknya strategis yakni berada di persimpangan perdagangan timur dan barat. Selain itu, pelabuhan yang dimiliki Singapura merupakan salah satu pelabuhan terpadat di dunia.

Singapura juga didukung dengan kondisi iklim tropis semakin memudahkan aktivitas ekspor dan impor penduduknya karena tidak perlu menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca.

2. Bidang Industri

Sektor manufaktur merupakan industri yang paling besar di Singapura dan telah menyumbang produk domestic bruto (PDB) tahunan sekitar 20% sampai 25%. Singapura mempunyai beberapa kelompok industri manufaktur, di antaranya:

  1. Industri bahan kimia
  2. Produk elektronik
  3. Logistik teknik transportasi
  4. Ilmu biomedis

3. Bidang Keuangan dan Perbankan

Bidang-Keuangan-dan-Perbankan

Selain industri manufaktur, negara Singapura juga ditopang oleh industri lainnya seperti bidang keuangan dan perbankan. Jasa keuangan di Singapura tumbuh stabil dengan didukung oleh situasi lingkungan di Singapura yang pro bisnis serta kondisi politik negara yang stabil.

Terdapat lebih dari 200 bank dan banyak kantor pusat regional hub dalam jasa keuangan global. Tidak hanya itu, negara Singapura juga mempunyai pasar jasa keuangan dalam bentuk domestik, regional, dan global.

Jasa-jasa tersebut memiliki fasilitas seperti transfer pengetahuan, keterampilan, proses, dan teknologi.

4. Bidang Pariwisata

Bidang-Pariwisata

Industri pariwisata di Singapura telah berkembang dengan baik dan tercatat sebagai tujuan wisata yang menarik. Banyak pengunjung yang datang ke Singapura bukan hanya untuk transit.

Tetapi karena Singapura sebagai kota kosmopolitan yang menonjolkan perbedaan dalam segi ras dan budaya yang harmonis. Daya tarik lainnya di Singapura adalah Night Safari dan Singapore Zoological Garden.

Para wisatawan bisa mengunjungi lokasi tersebut yang merupakan habitat Asia, Afrika, dan Amerika Selatan pada malam hari tanpa adanya penghalang antara pengunjung dan satwa-satwa liar karena itu konsepnya disebut ‘kebun binatang terbuka’.

Kegiatan Ekonomi Hijau dan Sirkular di Negara Singapura

Kegiatan-Ekonomi-Hijau-dan-Sirkular-di-Negara-Singapura

Singapura rentan terkena kerusakan lingkungan karena wilayah negaranya yang sempit. Selain itu, kegiatan ekonomi di negara Singapura dan perubahan iklim juga bisa menjadi penyebab kerusakan tersebut.

Oleh sebab itu, demi menjaga kelestarian lingkungan pemerintah Singapura sangat memperhatikan isu-isu lingkungan dengan terus berinovasi dalam aktivitas ekonominya serta memperhatikan dampaknya bagi lingkungan.

Ekonomi sirkular adalah sistem regeneratif yang pelaksanaannya melibatkan usaha restorasi untuk menunda masa pakai suatu produk. Dalam ekonomi sirkular akan mengumpulkan limbah hasil proses produksi dan kemudian diolah kembali menjadi sebuah produk.

1. Pentingnya Kegiatan Ekonomi Sirkular

Kegiatan ekonomi sirkular sangat penting untuk mengurangi emisi CO2 dan mendorong untuk terciptanya pembangunan berkelanjutan. Ada beberapa hal yang menjadi urgensi penggunaan ekonomi sirkular, diantaranya:

  1. Implementasi kegiatan ekonomi sirkular bisa mengurangi ketergantungan pada pasar sumber daya dan kerentanan pada biaya yang akan dihasilkan.
  2. Kegiatan ekonomi tersebut bisa membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Asia Tenggara.
  3. Kegiatan ekonomi sirkular yang dikombinasikan dengan ekonomi digital akan menghasilkan keuntungan baru dalam hal efisiensi dan produktivitas.

2. Penerapan Ekonomi Hijau dan Sirkular di Negara Singapura

Pada tahun 2019 Singapura mulai menerapkan Zero Waste Nation yang bertujuan mengeliminasi semua limbah karena prediksi tempat pembuangan Semakau akan mencapai kapasitas penampungannya pada 2035.

Jadi untuk melenyapkan semua sampah yang menumpuk di tempat pembuangan, pemerintah berupaya menggalakkan program ekonomi sirkular.

3. Kemitraan Bilateral dalam Pembangunan Ekonomi Hijau dan Sirkular

Indonesia dan Singapura telah mempersiapkan rencana pembangunan ekonomi hijau dan sirkular dan MoU sudah ditandatangani oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri Lingkungan Singapura dengan proyek percontohan di Bali dan Nusa Tenggara.

Bidang-bidang kerjasama yang ada di MoU tersebut antara lain:

  1. Penguatan regulasi dan sistem ekonomi sirkular
  2. Manajemen efisiensi sumber daya
  3. Penerapan sistem ekonomi sirkular pada industri dan limbah
  4. Penerapan kegiatan ekonomi hijau dan sirkular pada pemerintah
  5. Pembiayaan berkelanjutan
  6. Ekonomi Hijau
  7. Energi terbarukan.

Terbatasnya sumber daya alam ternyata tidak membuat negara Singapura menjadi berkekurangan. Negara ini justru bisa membuktikan kemajuannya dengan memperkuat kegiatan ekonomi negara Singapura di berbagai sektor seperti perdagangan, industri manufaktur, jasa keuangan, dan pariwisata.

Leave a Comment

x