Pengertian Kurva Permintaan dan Penawaran dan Perbedaannya

Grafik dapat membantu mempermudah pembaca untuk membaca sebuah data, termasuk dengan grafik atau kurva permintaan dan penawaran. Kurva yang satu ini sangat umum dijumpai di dalam ilmu ekonomi untuk memahami kondisi pasar dari suatu produk barang atau jasa.

Sebelum membahas kurva permintaan dan penawaran, terlebih dahulu perlu untuk mengetahui hukum permintaan dan penawaran.

Ringkasan Mengenai Hukum Permintaan dan Penawaran

Ringkasan-Mengenai-Hukum-Permintaan-dan-Penawaran

Permintaan adalah satu atau lebih barang maupun jasa yang diminta oleh pembeli dengan harga, kuantitas, dan kondisi tertentu. Sedangkan penawaran adalah satu atau lebih barang maupun jasa yang ditawarkan oleh produsen atau pedagang kepada konsumen dengan harga, kuantitas, dan kondisi tertentu.

Baik permintaan dan penawaran memiliki hubungan yang saling mempengaruhi antara satu sama lain yang mendasari hukum permintaan dan penawaran.

Hukum permintaan dan penawaran adalah sebuah teori yang menjelaskan hubungan antara penjual dan pembeli untuk suatu produk barang atau jasa. Hukum ini menjelaskan hubungan yang saling berkaitan antara harga suatu barang atau jasa, ketersediaan, dan jumlah orang yang membelinya.

Hubungan antara permintaan dan penawaran bersifat saling berkebalikan. Hubungan ini akan memberikan pengaruh pada harga dan ketersediaan barang atau jasa yang dijual.

Menurut Rahardja dan Manurung (2008), ada faktor yang dapat mempengaruhi permintaan, yaitu harga barang itu sendiri, harga barang sejenis terkait, tingkat pendapatan per kapita, jumlah penduduk, selera atau kebiasaan, perkiraan harga di masa yang akan datang, distribusi pendapatan, dan usaha.

Sedangkan faktor yang dapat mempengaruhi penawaran, yaitu harga barang itu sendiri, harga barang sejenis terkait, harga faktor produksi, biaya produksi, teknologi produksi, jumlah penjual, tujuan perusahaan, dan kegiatan pemerintah yang dapat mempengaruhi penawaran.

Apa itu Kurva Permintaan dan Penawaran?

Agar dapat mempermudah kegiatan analisa, hubungan antara permintaan dan penawaran dapat digambarkan dengan kurva permintaan dan penawaran.

Kurva permintaan dan penawaran adalah gabungan dari kurva permintaan dan kurva penawaran yang dapat digunakan untuk melihat faktor penentu harga barang di pasaran. Di dalam kurva ini, sumbu y adalah harga barang atau jasa dan sumbu x adalah kuantitas atau banyaknya barang atau jasa itu.

1. Kurva Permintaan

Kurva-Permintaan

Umumnya, untuk memuaskan kebutuhannya, konsumen selalu ingin memperoleh harga yang lebih murah dan ingin memperoleh jumlah barang atau jasa yang lebih besar. Maka dari itu, kurva permintaan digambarkan bergerak lurus dari kiri atas ke kanan bawah.

Dari permintaan konsumen secara individu tersebut dapat dicari permintaan pasar secara umum di suatu negara tertentu, daerah tertentu atau sekelompok orang tertentu. Melakukan penjumlahan secara horizontal terhadap kurva permintaan individual dapat diperoleh kurva permintaan pasar.

2. Pergeseran Kurva Permintaan

Pergeseran-Kurva-Permintaan

Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian dipengaruhi oleh harga barang tersebut dengan asumsi hal-hal lainnya yang bersifat konstan.

Ketika suatu barang atau jasa memiliki harga yang murah, konsumen cenderung membeli lebih banyak untuk barang atau jasa tersebut dibandingkan dengan yang tingkat harga yang lebih tinggi.

Pergeseran kurva permintaan, menurut Damanik dan Sasongko (2003), terjadi akibat perubahan harga barang itu sendiri dan hal ini mengakibatkan perubahan terhadap jumlah permintaan. 

Hal tersebut ditunjukkan oleh perubahan yang terjadi sepanjang kurva permintaan, dengan asumsi sebagai berikut:

  1. Harga barang lain tetap
  2. Pendapatan konsumen tertentu
  3. Selera konsumen tetap
  4. Harapan konsumen tetap
  5. Jumlah konsumen tetap (untuk permintaan pasar)

Apabila terdapat perubahan dari kelima asumsi tersebut, maka hal tersebut juga akan mengakibatkan perubahan terhadap jumlah barang yang diminta, yang ditunjukkan dengan terjadinya pergeseran kurva permintaan.

Peningkatan permintaan mengakibatkan kurva permintaan mengalami pergeseran ke kanan. Sebaliknya, ketika permintaan berkurang, kurva permintaan akan bergeser ke kiri. Lima asumsi tersebut dapat mempengaruhi pergeseran kurva permintaan.

Jika terjadi pergeseran kurva ke kanan dapat disimpulkan pada suatu tingkat harga jumlah barang yang diminta bertambah bukan dikarenakan oleh perubahan harga barang tersebut, tetapi karena perubahan asumsi tersebut, begitu pun sebaliknya.

3. Kurva Penawaran

Kurva-Penawaran

Kurva penawaran bergerak lurus dari kiri bawah ke kanan atas (bergerak secara positif) dikarenakan umumnya penjual berharap pada harga yang lebih mahal dan menjual dengan jumlah yang lebih besar untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Hukum penawaran menyatakan ketika harga meningkat jumlah barang yang ditawarkan juga meningkat, demikian juga sebaliknya ketika harga turun.

Sehingga hubungan antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan adalah hubungan yang positif dikarenakan memiliki arah perubahan yang sama.

Perusahaan memproduksi barang dan jasa dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan, sehingga dengan harga per unit yang lebih tinggi, maka keuntungan per unit juga lebih tinggi. Hal tersebut mengakibatkan perusahaan menawarkan jumlah yang lebih banyak.

Alasan lainnya mengenai kurva penawaran yang mempunyai pertumbuhan positif (naik dari kiri bawah ke kanan atas) adalah karena hukum biaya kesempatan yang meningkat (the law of increasing opportunity costs).

4. Pergeseran Kurva Penawaran

Pergeseran-Kurva-Penawaran

Sama halnya dengan kurva permintan, pergeseran kurva penawaran juga terjadi secara sejajar bergeser ke kanan atau ke kiri. Namun pergeseran pada kurva penawaran memiliki penyebab dan asumsi yang berbeda.

Perubahan harga barang atau jasa ceteris paribus (asumsi faktor-faktor lainnya dianggap tetap) akan mengakibatkan perubahan jumlah barang tersebut (changes in quantity supplied).

Jika terjadi perubahan kuantitas barang yang ditawarkan, yang mana penyebabnya bukan perubahan harga, disebut dengan change in supply, yang menunjukkan jika ada perubahan terhadap asumsi. Selain harga, ada juga faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi jumlah penawaran pasar.

Harga input yang digunakan pada proses produksi sangat berpengaruh terhadap penjual. Ketika hal-hal lainnya diasumsikan konstan, penawaran barang pada harga tertentu akan berkurang akibat naiknya harga input, menyebabkan kurva penawaran bergeser ke kiri.

Ketika harga input naik, biaya produksi mengalami peningkatan, sehingga pada tingkat harga yang sama terjadi pengurangan keuntungan barang per unit.

Faktor lainnya yaitu harga barang lain terkait. Apabila harga barang lain terkait turun, produsen akan mereduksi produksi barang dan akan menggantinya dengan barang lain yang harganya lebih baik.

Faktor selanjutnya adalah prediksi harga di masa yang akan datang. Ketika produsen mengharapkan harga di masa depan naik, kurva penawaran akan bergeser ke kiri, yang berarti saat ini produsen mengurangi penawaran barang.

5. Harga Ekuilibrium

Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium (Equilibrium Price) atau harga pasar adalah harga yang terbentuk oleh titik perpotongan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran. Harga tersebut merupakan harga kesepakatan antara penjual dan pembeli atau permintan dan penawaran.

Harga keseimbangan yang sudah terbentuk akan bertahan dalam waktu yang lama dan menjadi patokan harga antara penjual dan pembeli, yang sangat dipengaruhi oleh hukum permintaan dan hukum penawaran.

Mempelajari kurva permintaan dan penawaran akan membantu untuk melihat faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga barang di pasar. Dengan begitu, pembaca dapat mengantisipasi atau memprediksi perubahan harga yang disebabkan oleh perubahan pada faktor-faktor tersebut.

Leave a Comment

x