9 Sektor Perekonomian Indonesia yang Paling Menonjol (Bidang Pertanian)

Saat ini cadangan minyak dan gas di Indonesia mulai menipis, sehingga mendorong pemerintah melakukan kegiatan ekspor dari sektor non-migas. Sektor perekonomian Indonesia yang paling menonjol saat ini adalah di bidang pertanian.

Indonesia memang terkenal sebagai negara agraris yang memiliki banyak sekali komoditas pertanian dan perkebunan. Banyak negara-negara di dunia yang membutuhkan produk pertanian dari Indonesia, contohnya biji kopi, cokelat, minyak sawit, dan masih banyak lainnya.  

Sektor Perekonomian Indonesia yang Paling Menonjol

Sektor ekonomi yang paling menonjol di Indonesia ada pada bidang pertanian dan perkebunan. Banyak sekali hasil pertanian dan perkebunan dari petani lokal yang tembus ke pasar global.

Berikut ini ada beberapa hasil pertanian dan perkebunan, di Indonesia yang paling menonjol hingga diekspor ke luar negeri.

1. Kopi

Kopi Sektor Perekonomian Indonesia yang Paling Menonjol

Salah satu sektor utama dalam perekonomian Indonesia adalah di bidang pertanian dan perkebunan, khususnya pada perkebunan kopi. Indonesia termasuk dalam jajaran negara penghasil kopi terbaik di dunia, masing-masing daerah mempunyai keunggulan kopi yang berbeda-beda.

Beberapa wilayah penghasil kopi di Indonesia di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Gayo di Aceh
  2. Kintamani di Bali
  3. Toraja di Sulawesi
  4. Wamena di Papua

Kegiatan ekspor biji kopi ke luar negeri menjadi penyumbang devisa terbesar dari bidang pertanian dan perkebunan. Hal tersebut terbukti ekspor kopi pada periode Januari hingga Oktober 2018 mencapai lebih dari US$662 juta.

Berdasarkan data dari World Atlas menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutan keempat sebagai negara eksportir kopi terbesar dunia. Dengan volume ekspor mencapai angka 660.000 ton per tahunnya, tentu jumlah yang sangat besar.

2. Kelapa Sawit

Kelapa-Sawit

Kelapa sawit juga menjadi salah satu hasil perkebunan yang menjanjikan, meskipun adanya larangan penggunaan minyak kelapa sawit dari Uni Eropa. Adanya kebijakan Sustainable Palm Oil (ISPO) yang dibuat Indonesia menjadi salah satu jaminan mutu.

Namun, sayangnya kebijakan tersebut tidak cukup ampuh untuk melawan kedigdayaan Uni Eropa, tentang pelarangan penggunaan minyak kelapa sawit karena alasan isu kesehatan dan lingkungan.

Walaupun demikian, nyatanya permintaan terhadap minyak kelapa sawit semakin meningkat dan produksi kelapa sawit setiap tahun semakin meningkat.

3. Tembakau

Tembakau

Tembakau memiliki nasib yang hampir sama seperti minyak kelapa sawit, karena  banyak beredar gerakan anti tembakau di seluruh dunia. Lagi-lagi meskipun banyak yang menentang nyatanya potensi ekspor tembakau Indonesia tiap tahun tidak pernah menurun.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, permintaan pasar terhadap produk tembakau dari tahun ke tahun justru semakin meningkat. Berdasarkan data tersebut, produksi rokok di Indonesia selalu naik di kisaran 5% hingga 7,4% per tahunnya.

4. Karet

Karet Sektor Perekonomian Indonesia yang Paling Menonjol

Sektor perekonomian Indonesia yang paling menonjol di bidang pertanian dan perkebunan berikutnya, yaitu karet.

Perkebunan karet di masa mendatang diprediksi memiliki prospek yang cerah. Mengapa bisa demikian? Bisa dilihat dari tren masyarakat dunia yang mulai berpindah ke energi terbarukan dan ramah lingkungan.

Masyarakat modern saat ini cenderung memilih green tyres dibandingkan karet sintetis, kondisi ini bisa menjadi peluang besar untuk perkebunan karet di Indonesia.

Semakin langka dan mahalnya minyak bumi sebagai bahan pembuatan karet sintetis membuat potensi perkebunan karet Indonesia akan semakin besar.

Pasalnya, minyak bumi bukan sumber daya alam yang terbarukan, sehingga seiring berkembangnya zaman pasti akan langka dan semakin mahal.  Indonesia termasuk salah satu produsen karet terbesar kedua di dunia yang memasok karet mentah dan kering ke berbagai negara.

5. Sayur-sayuran

Sayur-sayuran

Beberapa jenis sayuran andalan ekspor Indonesia di antaranya adalah kubis, sawi, dan kembang kol yang dipasarkan ke negara Thailand, Singapura, Malaysia, dan Belanda.

Berdasarkan data ekspor pada periode Januari hingga Maret 2017, ekspor kubis, buncis, dan selada air menempati tiga tempat teratas dengan volume 132.878 ton. Wilayah Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi penghasil sayuran terbesar di Indonesia yang berhasil memasuki pasar global.

6. Lada

Lada

Rempah-rempah adalah salah satu komoditi yang paling menjanjikan, termasuk lada. Jenis rempah-rempah satu ini tidak hanya digunakan sebagai bumbu masak, tapi juga memiliki manfaat untuk kebutuhan medis.

Lada dipercaya dapat membantu mengobati batuk, mengurangi gejala hidung tersumbat, dan mengatasi sakit kepala tidak heran jika permintaan pasar terhadap lada terus meningkat. Dari dulu hingga sekarang, Indonesia menjadi negara penghasil lada terbesar urutan ketiga di dunia.

Sekitar 11% pasokan lada di pasar global merupakan lada dari Indonesia,  sementara di posisi pertama diduduki oleh Vietnam dan di peringkat kedua ditempati India. Beberapa wilayah penghasil lada terbesar di Indonesia di antaranya adalah:

  1. Pulau Bangka
  2. Bengkulu
  3. Kalimantan Timur
  4. Kalimantan Barat
  5. Sulawesi Tenggara
  6. Sulawesi Selatan

7. Jagung

Menurut data Statista, Amerika Serikat menjadi negara penghasil jagung terbesar di dunia dengan hasil 370 juta ton pada tahun 2017 hingga 2018. Sementara di urutan kedua adalah China dengan hasil 215 juta ton, posisi ketiga adalah Brasil dengan hasil 82 juta ton.

Untuk Indonesia sendiri menempati peringkat delapan dengan hasil 19 juta ton, meskipun tidak masuk tiga besar permintaan ekspor jagung dari Indonesia tidak pernah surut.

8. Kakao

Kakao

Sektor manakah yang menyumbang paling besar dalam perekonomian Indonesia? Hasil pertanian dan perkebunan yang tidak kalah saing dengan kopi, yaitu kakao atau biji cokelat.

Tanaman kakao tumbuh subur di hampir semua wilayah di Indonesia, pulau Sulawesi dan Sumatera adalah penghasil biji cokelat terbesar di Indonesia.

Pulau Sulawesi menjadi penghasil utama kakao dengan porsi 60% dari produksi nasional,  sementara pulau Sumatera menghasilkan kakao dengan porsi sebesar 20%. Indonesia menjadi negara penghasil biji cokelat terbesar ketiga di dunia di bawah Ghana dan Pantai Gading.

Meskipun menjadi negara penghasil cokelat terbesar di dunia, nyatanya pada awal 1980-an Indonesia tidak memiliki perkebunan kakao. Namun, biji cokelat tersebut merupakan hasil budidaya petani kecil dan masing-masing sedikit perusahaan besar yang menjalankan perkebunan kakao.

9. Vanila

Vanila

Komoditas ekspor dari sektor pertanian dan perkebunan berikutnya, yaitu vanila yang berguna sebagai pengharum makanan, khususnya untuk kue. Vanila biasanya dipasarkan dalam bentuk kering atau bubuk, sehingga lebih mudah digunakan.

Pada tahun 2016 lalu, negara penghasil vanila terbesar di dunia adalah Madagaskar dengan menghasilkan sebanyak 2.926 ton. Sementara Indonesia adalah negara penghasil vanila terbesar di dunia yang menduduki peringkat kedua dengan menghasilkan 2.304 ton vanila.

Pada tahun 2018 lalu, nilai ekspor vanila dari Indonesia mencapai angka 63 juta dolar Amerika Serikat. Sementara pada tahun sebelumnya nilai ekspor vanila dari Indonesia mencapai sebesar 72,5 juta.

Wilayah penghasil vanila terbesar di Indonesia di antaranya adalah:

  1. Sumatera Utara
  2. Banyuwangi di Jawa Timur
  3. Provinsi Lampung
  4. Provinsi Sumatera Utara
  5. Pati di Jawa Tengah
  6. Sumedang di Jawa Barat
  7. Nusa Tenggara Timur (NTT)

Hasil vanili terbaik dari Indonesia dihasilkan di wilayah NTT, khususnya dari lahan pertanian vanila  di daerah Flores.

Bagaimana sudah tahu apa saja yang menjadi Sektor perekonomian Indonesia yang paling menonjol? Dari pembahasan di atas bisa diketahui bahwa hasil pertanian dan perkebunan Indonesia memiliki kualitas yang terbaik hingga banyak dicari negara-negara di dunia.

Leave a Comment

x